Update Gempa Flores NTT: 53 Orang Tewas, 110 Luka-luka - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 16 Agustus 2026

Update Gempa Flores NTT: 53 Orang Tewas, 110 Luka-luka

 


KUPANGKorban meninggal dunia akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) bertambah menjadi 53 orang.


Selain korban meninggal, sebanyak 110 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Data tersebut merupakan data sementara dan masih dalam proses verifikasi di lapangan.


Informasi itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan gempa Flores yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).


Pemerintah menegaskan jumlah korban dan kerusakan masih dapat berubah seiring proses pendataan dan pencarian di sejumlah wilayah terdampak.


Warga Masih Takut Gempa Susulan

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih diliputi ketakutan akibat gempa susulan yang terus terjadi.


Sebagian warga bahkan memilih tidak kembali ke rumah dan tidur di luar bangunan sebagai langkah antisipasi.


“Pasca-kejadian gempa dengan Magnitudo 7,7 kemarin, hari ini masih banyak warga yang ketakutan dan memilih untuk tidur di luar rumah, antisipasi gempa susulan yang terus terjadi,” kata Melki dalam rapat koordinasi tersebut.


Menurutnya, wilayah Flores bagian utara menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak serius akibat gempa.


Pemerintah Perkuat Penanganan

Rapat koordinasi digelar untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.


Rapat tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT.


Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis untuk menangani dampak gempa.


Seluruh kabupaten terdampak diminta segera menetapkan status darurat kebencanaan dan mengaktifkan posko penanggulangan bencana tingkat kabupaten.


Posko tersebut akan dipimpin langsung oleh bupati bersama unsur Forkopimda untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan terkoordinasi.


Posko Nasional Dibentuk di Labuan Bajo dan Maumere

Pemerintah pusat juga membentuk Posko Pendampingan Nasional (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere.


Pejabat serta personel dari berbagai kementerian dan lembaga akan ditempatkan di posko tersebut sesuai tugas dan fungsi masing-masing.


Pembentukan posko diharapkan mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta tim yang bekerja langsung di wilayah terdampak.


Sementara itu, Kepala Basarnas diminta mengoordinasikan satuan tugas pencarian dan pertolongan karena masih terdapat warga terdampak yang belum ditemukan.


Tujuh Hari Pertama Jadi Prioritas

Pemerintah menetapkan tujuh hari pertama masa tanggap darurat sebagai fase penting dalam penanganan bencana.


Pada periode tersebut, pencarian dan pertolongan korban menjadi prioritas, disertai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.


Penanganan selanjutnya diarahkan secara bertahap pada pemulihan infrastruktur, jaringan komunikasi, layanan sosial, serta berbagai fasilitas publik yang mengalami kerusakan.


Pemerintah juga menargetkan warga yang kehilangan tempat tinggal tidak terlalu lama berada di tempat pengungsian yang tidak layak.

Untuk itu, pendataan kerusakan rumah dan kebutuhan masyarakat diminta segera dilakukan secara berjenjang oleh pemerintah daerah.


Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan dan langkah pemulihan berikutnya.


Data Korban Masih Terus Diperbarui

Dengan jumlah korban yang masih dalam proses verifikasi, pemerintah mengingatkan bahwa data 53 orang meninggal dan 110 orang luka-luka merupakan data sementara.


Proses pencarian, pendataan, serta verifikasi kerusakan masih terus dilakukan di berbagai wilayah Flores.


Kondisi tersebut membuat koordinasi antara pemerintah, tim pencarian dan pertolongan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta masyarakat menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi.


Gempa Flores juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa susulan. Warga di wilayah terdampak diimbau mengikuti arahan petugas dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/08/belanja-perubahan-apbd-sumbar-2026-naik.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here