Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Beri Rapor “Oke”, tapi Kepuasan Publik Menurun - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 10 Agustus 2026

Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Beri Rapor “Oke”, tapi Kepuasan Publik Menurun

 


JAKARTAPresiden Prabowo Subianto menilai kinerja pemerintahannya menjelang dua tahun kepemimpinan berada dalam kategori “oke”. Penilaian tersebut disampaikan Prabowo dengan merujuk pada sejumlah capaian yang menurutnya telah dirasakan masyarakat.


Prabowo menyampaikan penilaian itu saat menghadiri peluncuran buku “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).


“Terus terang saja, saya dua tahun ini kita baru berprestasi, tapi saya kira dua tahun boleh lah kita ya, rapor kita oke ya menurut saya,” ujar Prabowo.


Menurutnya, pemerintah kini lebih percaya diri menghadapi masyarakat karena telah membuktikan sejumlah program secara nyata.


“Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia, kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata,” lanjutnya.


Lima Capaian yang Dipamerkan Prabowo

Prabowo kemudian memaparkan sejumlah program dan capaian yang menjadi dasar penilaiannya terhadap kinerja pemerintah.


1. Swasembada Pangan

Prabowo menyebut pemerintah terus mendorong swasembada pangan dan menilai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil nyata.


Menurutnya, Indonesia harus memiliki ketahanan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai potensi ancaman dan gejolak global.


“Periksa gudang semua. Kita siap ancaman di dunia, kita siap. Swasembada pangan kita menuju dan kita lebih kuat dari banyak negara lain,” kata Prabowo.


2. Harga BBM Subsidi Tetap Dijaga

Capaian berikutnya yang disoroti Prabowo adalah kemampuan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.


Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan di tengah kondisi sejumlah negara yang menghadapi tekanan ekonomi dan energi.


“Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih kita tidak naikkan,” ujarnya.


Prabowo menilai kebijakan tersebut turut membantu menjaga kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.


3. Penghasilan Danantara Diklaim Naik 400 Persen

Prabowo juga menyinggung kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).


Ia menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, pendapatan atau revenue Danantara meningkat hingga 400 persen setelah satu tahun beroperasi.


“Kita juga tadi disinggung, dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen,” kata Prabowo.


Meski demikian, Prabowo menekankan perlunya audit dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap angka tersebut.


“Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek. Tapi kalaupun tidak 400 persen, 300 persen, atau 200 persen, ini signifikan,” lanjutnya.


4. Hampir 2.500 Jembatan Desa Dibangun

Capaian lainnya adalah pembangunan infrastruktur di desa.


Prabowo mengatakan pemerintah telah mendekati pembangunan 2.500 jembatan di berbagai desa di Indonesia.


Menurutnya, pembangunan jembatan menjadi salah satu bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai saluran.


“Prestasi-prestasi kita riil. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat,” ujar Prabowo.


Ia menambahkan pemerintah tidak ingin terlalu lama memperdebatkan persoalan masa lalu, melainkan memilih menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.


5. Renovasi Puluhan Ribu Sekolah

Pemerintah juga menargetkan perbaikan puluhan ribu sekolah.


Prabowo menyebut sekitar 70.000 sekolah ditargetkan telah diperbaiki hingga akhir 2026.


Jumlah tersebut bahkan ditargetkan meningkat menjadi 100.000 sekolah pada 2027.


Pemerintah juga disebut menargetkan perbaikan seluruh sekolah di Indonesia secara bertahap.


Selain sekolah, Prabowo mengatakan pemerintah akan memperbaiki seluruh puskesmas yang sudah lebih dari 30 tahun tidak mendapatkan perbaikan.


Gerindra Nilai Rapor “Oke” Bukan Klaim Sepihak

Penilaian Prabowo mendapat dukungan dari Partai Gerindra.


Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menilai rapor “oke” yang diberikan Prabowo bukan sekadar klaim sepihak.


Menurutnya, capaian pemerintah menunjukkan arah kebijakan berada di jalur yang tepat.


“Ini bukti nyata bahwa arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang benar (on the right track),” kata Sugiat, Minggu (9/8/2026).


Ia juga mengaitkan penilaian tersebut dengan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo sebesar 63 persen.


Sugiat menilai salah satu indikator kinerja pemerintah adalah kemampuan menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak ekonomi global, termasuk mempertahankan harga BBM bersubsidi.


PAN Sebut Prabowo Layak Beri Rapor “Oke”

Penilaian serupa disampaikan Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay.


Menurut Saleh, Prabowo pantas memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahannya karena terdapat sejumlah capaian yang dinilai nyata.


Ia menyebut antara lain swasembada pangan, kinerja Danantara, serta pembangunan infrastruktur.


“Kalau diikuti semua, itu tentu capaian yang sangat baik. Bagi yang ikut bekerja langsung, tentu ini prestasi membanggakan. Layak dipublikasikan secara luas,” kata Saleh.


Menurutnya, penyampaian capaian tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain memberi informasi kepada masyarakat mengenai pekerjaan pemerintah, memberikan semangat kepada para menteri, serta menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan menarik untuk investasi.


Meski demikian, Saleh menilai berbagai capaian tersebut tetap perlu disempurnakan dan pemerintah harus terbuka terhadap masukan masyarakat.


Berbeda dengan Klaim Pemerintah, Kepuasan Publik Justru Menurun

Di sisi lain, sejumlah hasil survei menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo mengalami penurunan.


Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo berada di angka 51,1 persen pada Juli 2026.


Angka tersebut turun dibandingkan November 2025 yang mencapai 81,2 persen.


Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan penurunan tersebut berjalan bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.


“Approval rating tidak datang dari hampa. Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Deni.


Survei SMRC juga mencatat masyarakat yang merasa tidak atau sangat tidak puas terhadap kinerja Prabowo meningkat dari 16 persen pada November 2025 menjadi 46,9 persen pada Juli 2026.


Rinciannya, sekitar 4,8 persen responden menyatakan sangat puas, 46,3 persen cukup puas, 35 persen kurang puas, 11,9 persen tidak puas sama sekali, dan 2,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.


IPO: Kepuasan Masih Mayoritas, tetapi Menurun

Sementara itu, survei IPO menunjukkan angka kepuasan yang lebih tinggi, yakni 63 persen.


Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan, angka tersebut terdiri dari 6 persen responden yang menyatakan sangat puas dan 57 persen yang menyatakan puas.


“Sebanyak 30 persen publik menyampaikan tidak puas, sangat tidak puas 5 persen, lalu tidak menjawab 2 persen,” ujar Dedi dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).


Menurut Dedi, tingkat kepuasan tersebut masih tergolong dominan. Namun, jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, terdapat kecenderungan penurunan.


Dengan demikian, penilaian “rapor oke” yang disampaikan Prabowo menunjukkan perspektif pemerintah terhadap capaian dua tahun kepemimpinannya. Sementara itu, hasil survei memperlihatkan bahwa meskipun tingkat kepuasan publik masih berada di atas 50 persen dalam survei IPO, terdapat penurunan kepuasan dalam sejumlah pengukuran.


Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi terhadap kinerja pemerintahan Prabowo tidak hanya bergantung pada capaian program yang diklaim pemerintah, tetapi juga pada bagaimana masyarakat merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/08/sudah-kirim-50-lamaran-dalam-3-tahun.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here