920 Sekolah di Sumbar Direvitalisasi, Perbaikan Sasar Atap hingga Toilet - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 11 Agustus 2026

920 Sekolah di Sumbar Direvitalisasi, Perbaikan Sasar Atap hingga Toilet

 


PADANGProgram revitalisasi satuan pendidikan di Sumatera Barat pada 2026 tidak hanya menyasar pembangunan atau perbaikan gedung sekolah. Berbagai fasilitas pendukung seperti atap, plafon, lantai, ruang kelas, sanitasi, toilet, hingga penataan lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari program tersebut.


Sebanyak 920 satuan pendidikan di Sumatera Barat mendapat bantuan revitalisasi pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp617,24 miliar. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang hanya mencakup 337 satuan pendidikan dengan total bantuan sekitar Rp300,07 miliar.


Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengatakan, kebutuhan revitalisasi setiap sekolah berbeda-beda, tergantung kondisi sarana dan prasarana di masing-masing satuan pendidikan.


Menurutnya, perbaikan tidak selalu harus berupa pembangunan gedung baru. Fasilitas yang digunakan setiap hari oleh siswa dan guru juga membutuhkan perhatian.


"Kadang kebutuhan sekolah sederhana, seperti atap yang sudah harus diperbaiki, toilet yang perlu dibenahi atau ruang kelas yang perlu dibuat lebih nyaman. Hal-hal seperti ini sangat penting karena setiap hari digunakan oleh anak-anak dan guru," ujar Vasko di Padang, Senin (10/8/2026).


PAUD dan SD Dapat Porsi Terbesar

Pada 2026, program revitalisasi tersebut diberikan kepada berbagai jenjang pendidikan.


Rinciannya, sebanyak 271 satuan pendidikan PAUD menerima bantuan sekitar Rp110,17 miliar. Kemudian 443 SD mendapat sekitar Rp245,73 miliar, 142 SMP sekitar Rp172,44 miliar, serta 64 SMA/sederajat dengan bantuan sekitar Rp88,89 miliar.


Vasko menilai perluasan program revitalisasi menjadi peluang untuk mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah di Sumatera Barat.


Ia berharap semakin banyak sekolah yang mendapat perhatian, semakin banyak pula peserta didik yang dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.


"Yang ingin kita pastikan adalah semakin banyak sekolah yang mendapatkan perhatian, maka itu berarti semakin banyak juga anak-anak kita yang bisa belajar di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman. Karena itu, kita menyambut baik ketika program revitalisasi diperluas," tegasnya.


Bukan Sekadar Memperbaiki Bangunan

Menurut Vasko, pembenahan fasilitas sekolah harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun karakter peserta didik.


Ia menilai perhatian terhadap sarana pendidikan sejak jenjang awal sangat penting karena PAUD dan SD merupakan bagian dari fondasi pendidikan anak.


"Fondasi pendidikan itu harus dikuatkan sejak awal. Karena itu, ketika PAUD dan SD mendapat porsi perhatian yang lebih besar, kita melihatnya sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan anak-anak kita," katanya.


Vasko menambahkan, lingkungan sekolah yang layak dapat memberikan dukungan terhadap proses belajar mengajar. Sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya dibutuhkan siswa, tetapi juga guru.


"Kalau sekolahnya nyaman, anak-anak lebih semangat belajar dan guru juga lebih nyaman mengajar. Jadi revitalisasi ini bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi bagian dari investasi kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi Sumatera Barat ke depan," tuturnya.


Pemprov Sumbar Kawal Pelaksanaan

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjut Vasko, akan terus mengawal pelaksanaan program agar bantuan pemerintah pusat dapat memberikan manfaat secara optimal bagi sekolah penerima.


Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai penting agar pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat dilakukan secara bertahap serta sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.


Sebagai perbandingan, pada 2025 program revitalisasi di Sumatera Barat mencakup 337 satuan pendidikan dengan total bantuan Rp300.066.625.429.


Sementara pada 2026, cakupan program meningkat menjadi 920 satuan pendidikan dengan total bantuan Rp617.241.878.313.


Vasko berharap peningkatan cakupan tersebut memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan di Sumatera Barat. Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan bantuan yang diberikan benar-benar bermuara pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.


"Prinsipnya, pemerintah selalu hadir. Yang bisa dikerjakan sekarang, kita kerjakan. Yang masih membutuhkan penguatan kita lanjutkan secara bertahap. Kita tentu ingin semakin banyak sekolah yang layak dan semakin banyak anak Sumatera Barat yang mendapatkan lingkungan belajar yang baik," pungkasnya.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/08/ahy-tekankan-peran-anak-muda-untuk.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here