AHY Tekankan Peran Anak Muda untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045 - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 11 Agustus 2026

AHY Tekankan Peran Anak Muda untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

 


JAKARTAMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


Menurut AHY, generasi muda memiliki posisi strategis karena mereka akan menjadi bagian penting dalam kepemimpinan sekaligus pembangunan Indonesia pada masa mendatang.


Pesan tersebut disampaikan AHY saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).


Dalam kegiatan yang mengangkat tema "Menyiapkan Generasi Muda, Membangun Masa Depan Bangsa" itu, AHY mengajak mahasiswa memahami perubahan global sekaligus melihat peluang Indonesia untuk berkembang menjadi negara maju.


Ia membagi paparannya ke dalam tiga agenda utama, yakni kondisi dunia saat ini, tantangan dan peluang menuju Indonesia Emas 2045, serta kesiapan menjadi pemimpin masa depan.


Perubahan Dunia Jadi Tantangan Sekaligus Peluang

AHY mengatakan dunia saat ini mengalami perubahan yang berlangsung semakin cepat. Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), transformasi ekonomi, dinamika geopolitik, serta persoalan sosial dan lingkungan menciptakan situasi yang penuh ketidakpastian.


Namun, menurutnya, perubahan tersebut tidak semata-mata menjadi ancaman. Kondisi itu juga membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda.


Indonesia, lanjut AHY, memiliki peluang besar untuk melakukan transformasi ekonomi melalui sejumlah sektor strategis, seperti hilirisasi industri, ekonomi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif.


Peluang tersebut membutuhkan dukungan SDM yang memiliki kualitas dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.


"Kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga produktif, inovatif, mampu beradaptasi, dan memiliki kepemimpinan," ujar AHY dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).


Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

AHY menyebut perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 tidak terlepas dari berbagai tantangan. Di antaranya perkembangan teknologi dan inovasi, tata kelola pemerintahan, iklim investasi, kepercayaan internasional, kesenjangan sosial ekonomi, ketimpangan antarwilayah, lapangan pekerjaan, daya beli, hingga kualitas SDM.


Karena itu, menurut AHY, Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan dan capaian ekonomi. Hal yang tidak kalah penting adalah kualitas manusia yang akan mengisi serta menggerakkan pembangunan.


"Pada akhirnya, kita berbicara tentang manusia. SDM yang berkualitas adalah fondasi untuk meningkatkan produktivitas, melahirkan inovasi, dan membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju," katanya.


Mahasiswa Diminta Bangun Kompetensi dan Karakter

Kepada mahasiswa baru UPN "Veteran" Jakarta, AHY berpesan agar masa pendidikan tinggi dimanfaatkan untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun karakter.


Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga ruang untuk membentuk cara berpikir, karakter, kepedulian, serta jiwa kepemimpinan.


AHY menekankan bahwa kepemimpinan tidak harus dimulai dengan menduduki jabatan tertentu. Kepemimpinan dapat dibangun dari lingkungan terdekat melalui keberanian mengambil inisiatif, kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab, serta kemauan menjadi teladan bagi orang lain.


"Pada akhirnya, kita semua ikut menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, mulai hari ini siapkan diri untuk menjadi bagian dari perjalanan bangsa," ujarnya.


Jangan Takut Menghadapi Perubahan

AHY juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menghadapi ketidakpastian. Perkembangan teknologi, AI, perubahan dunia kerja, dan transformasi ekonomi harus dipandang sebagai kesempatan untuk terus belajar.


"Jangan melihat perubahan sebagai ancaman semata. Perubahan harus kita jadikan kesempatan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan menjadi lebih baik," tutur AHY.


Selain kemampuan beradaptasi, ia menilai kolaborasi menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Perbedaan latar belakang dan perspektif, kata AHY, justru dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan gagasan dan solusi yang lebih baik.


AHY juga mendorong mahasiswa agar peka terhadap berbagai persoalan di sekitarnya. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan dapat dihubungkan dengan kebutuhan nyata masyarakat.


Menurutnya, pengabdian kepada bangsa tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dan memberikan manfaat juga merupakan bentuk kontribusi.


"Gunakan ilmu pengetahuan yang kalian miliki untuk memberikan manfaat. Jangan hanya bertanya apa yang bisa kita dapatkan dari Indonesia, tetapi juga apa yang bisa kita berikan untuk Indonesia," katanya.


"Menjadi bagian dari solusi bisa dimulai dari langkah kecil. Yang penting ada niat, ada keberanian untuk memulai, dan ada konsistensi untuk memberikan manfaat," sambungnya.


Lima Pesan untuk Generasi Muda

Menutup pembekalannya, AHY berharap mahasiswa baru UPN "Veteran" Jakarta dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.


"Kenali diri kalian, bangun karakter, kuasai kompetensi, pimpin lingkungan, dan abdikan diri untuk Indonesia," pungkas AHY.


Dalam kegiatan tersebut, AHY didampingi Staf Khusus Menko Merry Riana, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Ahmad Khoirul Umam, serta Tenaga Ahli Menko Andi dan Rio Neswan.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/08/rupiah-anjlok-106-poin-ke-rp17861-per.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here