Jakarta – Vitamin C merupakan nutrisi penting yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, membantu pembentukan kolagen, serta mempercepat proses penyembuhan luka. Karena tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, kebutuhan vitamin C harus dipenuhi melalui konsumsi makanan sehari-hari.
Selama ini jeruk dikenal sebagai sumber vitamin C. Namun, berdasarkan data National Institutes of Health (NIH), terdapat sejumlah buah dan sayuran yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi dibandingkan jeruk.
Salah satunya adalah jambu biji yang mengandung sekitar 126 miligram vitamin C per buah. Jumlah tersebut mampu memenuhi sekitar 140 persen kebutuhan harian orang dewasa.
Selain jambu biji, pepaya juga menjadi sumber vitamin C yang baik. Dalam 150 gram pepaya terkandung sekitar 90 miligram vitamin C, disertai kandungan vitamin A dan vitamin E yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Buah stroberi juga mengandung sekitar 90 miligram vitamin C per 150 gram. Selain tinggi vitamin C, stroberi kaya akan antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas.
Sementara itu, brokoli mengandung sekitar 80 miligram vitamin C per mangkuk dalam kondisi mentah. Namun, proses memasak dapat menurunkan kandungan vitamin C menjadi sekitar 50 miligram.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi vitamin C tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Menurut NIH, batas maksimal asupan vitamin C per hari adalah 400 mg untuk anak usia 1–3 tahun, 650 mg untuk usia 4–8 tahun, 1.200 mg untuk usia 9–13 tahun, 1.800 mg untuk remaja 14–18 tahun, dan 2.000 mg untuk orang dewasa.
Asupan vitamin C yang melebihi batas tersebut dapat menimbulkan efek samping seperti diare, mual, dan kram perut.
Dengan mengonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran yang kaya vitamin C dalam porsi yang sesuai, kebutuhan nutrisi harian dapat terpenuhi secara optimal tanpa meningkatkan risiko efek samping.*


.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar