Omzet Pedagang Bendera Merah Putih di Bandar Lampung Lesu, Penjualan Tertekan Persaingan Toko Online - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 06 Agustus 2026

Omzet Pedagang Bendera Merah Putih di Bandar Lampung Lesu, Penjualan Tertekan Persaingan Toko Online

 


Bandar LampungMenjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pedagang musiman bendera Merah Putih di Kota Bandar Lampung mengeluhkan sepinya pembeli. Penjualan yang biasanya mulai meningkat sejak awal Agustus tahun ini belum menunjukkan perkembangan signifikan.


Iwan, pedagang bendera asal Garut, Jawa Barat, mengatakan kondisi penjualan tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selama 16 tahun terakhir, ia rutin berjualan atribut kemerdekaan di Bandar Lampung setiap menjelang 17 Agustus.


"Kalau tahun sekarang belum bisa dibilang bagus. Alhamdulillah masih ada yang beli, tetapi belum seramai tahun-tahun sebelumnya," ujar Iwan, Kamis (6/8).


Menurutnya, awal Agustus biasanya menjadi periode paling ramai bagi pedagang bendera. Namun, hingga kini sebagian besar pengunjung hanya melihat-lihat tanpa melakukan pembelian.


Ia menduga perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab lesunya penjualan. Kehadiran berbagai platform belanja daring membuat masyarakat lebih memilih membeli atribut kemerdekaan secara online dibandingkan mendatangi lapak di pinggir jalan.


"Biasanya tanggal segini sudah ramai. Sekarang mungkin karena banyak saingan atau masyarakat lebih banyak beli lewat online," katanya.


Meski demikian, Iwan tetap optimistis penjualan akan meningkat menjelang puncak peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus.


Di lapaknya, Iwan menjual beragam perlengkapan HUT RI, mulai dari bendera Merah Putih berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga ornamen dekorasi dengan harga berkisar antara Rp2.000 hingga Rp90.000.


Keluhan serupa disampaikan Suhendra, pedagang asal Bandung, Jawa Barat. Tahun ini merupakan kali pertama ia mencoba berjualan atribut kemerdekaan di Bandar Lampung. Namun, setelah lebih dari dua pekan membuka lapak, hasil penjualan dinilai belum memenuhi harapan.


"Masih sepi, belum seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.


Suhendra menilai kondisi tersebut dipengaruhi masih rendahnya aktivitas belanja masyarakat pada awal bulan, ditambah persaingan yang semakin ketat dengan penjual di platform online.


"Mungkin karena masih awal bulan, terus kita juga kalah sama yang jual di online," katanya.


Meski menghadapi tantangan, Suhendra berharap penjualan akan membaik memasuki pekan kedua Agustus seiring meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut Hari Kemerdekaan.


Di balik upaya mencari nafkah, Suhendra harus meninggalkan istri dan kedua anaknya di Bandung selama musim penjualan berlangsung di Lampung.


"Sedih pasti karena jauh dari anak. Rindu juga, tapi sudah biasa merantau. Yang penting pulang selamat dan bisa bawa rezeki untuk keluarga," tuturnya.*

Baca Juga

https://www.potretkita.net/2026/08/polisi-sisir-kali-licin-cari-sisa.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here