Kepala MAN 4 Tanah Datar Buka PBM Semester II, Resmikan Program Full Day School, dan Teken Fakta Integritas GTK - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 09 Januari 2026

Kepala MAN 4 Tanah Datar Buka PBM Semester II, Resmikan Program Full Day School, dan Teken Fakta Integritas GTK




SUMPUR — Kepala MAN 4 Tanah Datar, Bapak Ardoni Ernanda, M.Ag, secara resmi membuka kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 pada Senin, 5 Januari 2026, di lingkungan madrasah setempat. Pada kesempatan yang sama, beliau juga meresmikan penerapan Program Full Day School dan memimpin penandatanganan Fakta Integritas oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).


Acara ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika MAN 4 Tanah Datar, termasuk wakil kepala madrasah, para guru, tenaga kependidikan, hingga para siswa. Kegiatan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, kedisiplinan, serta budaya kerja profesional di lingkungan madrasah. 


Dalam sambutannya, Kepala MAN 4 Tanah Datar menyampaikan bahwa pembukaan PBM Semester II harus diiringi dengan semangat baru dan komitmen tinggi dari seluruh warga madrasah. Ia menegaskan bahwa Program Full Day School dirancang bukan sekadar memperpanjang durasi belajar, tetapi juga sebagai strategi untuk menguatkan pembinaan karakter, penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengembangan potensi peserta didik secara lebih menyeluruh — baik di bidang akademik maupun nonakademik.


Selain itu, penandatanganan Fakta Integritas oleh seluruh GTK menjadi simbol komitmen bersama untuk menjunjung tinggi nilai profesionalisme, tanggung jawab, dan pelayanan pendidikan terbaik bagi para peserta didik. Dengan adanya tanda tangan ini, MAN 4 Tanah Datar berharap dapat terus menunjukkan integritas dalam menjalankan tugas dan kewajiban pada tahun ajaran yang baru.


Dengan pembukaan resmi PBM Semester II, peresmian program baru, dan penguatan komitmen melalui fakta integritas, MAN 4 Tanah Datar semakin mantap melangkah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing.


Peresmian Program Full Day School dan penandatanganan Fakta Integritas GTK di MAN 4 Tanah Datar sebagai bagian dari pembukaan semester genap tahun pelajaran 2025/2026 bukan sekadar seremoni pembukaan kegiatan belajar-mengajar. Ia adalah cermin dari dinamika pendidikan madrasah saat ini: antara kebutuhan reformasi substansial dan kecenderungan simbolisme administrasi.


Pertama, perlu diakui bahwa langkah memperpanjang jam sekolah dengan Full Day berpotensi memperluas ruang bagi pengembangan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas madrasah. Kepala madrasah menegaskan bahwa full day bukan sekadar durasi lebih panjang, tetapi sebagai ruang pembinaan komprehensif yang menggabungkan akademik dan pembentukan perilaku. Ini sangat penting ketika pendidikan tidak hanya diukur dari hasil akademik, tetapi juga dari kedalaman budi pekerti dan kesiapan moral generasi muda. 


Namun, pertanyaan kritis yang perlu diperjelas adalah: apa konsekuensi nyata dari kebijakan ini bagi kualitas pembelajaran dan kesejahteraan siswa? Program full day berisiko menjadi beban tambahan tanpa perencanaan matang jika tidak disertai dukungan pengajar yang cukup, pola pembelajaran inovatif, dan fasilitas memadai. Kita tahu, banyak sekolah di Indonesia yang menerapkan full day secara administratif namun gagal meningkatkan hasil belajar karena kekurangan guru terlatih, beban kurikulum yang berat, dan minimnya pendekatan kontekstual terhadap kebutuhan anak.


Kedua, penandatanganan Fakta Integritas oleh guru dan tenaga kependidikan seyogianya menjadi momen penting dalam meneguhkan komitmen profesionalisme. Tetapi jika ini hanya berhenti pada bentuk formalitas—tanpa pengukuran kinerja yang transparan, akuntabilitas yang nyata, dan sistem evaluasi yang terukur—apa maknanya? Tanpa kerangka kerja konkret yang mengikat tindakan dan dampaknya, pakta integritas dapat menjadi sekadar alat legitimasi citra lembaga. Komitmen integritas harus diikuti dengan pengawasan yang obyektif, umpan balik masyarakat pendidikan, dan sanksi moral yang jelas bila terjadi penyimpangan. 


Lebih jauh, di era global di mana pendidikan dihadapkan pada tuntutan kompetisi dan karakter kebangsaan, kualitas madrasah perlu dievaluasi dari hasil nyata siswa, bukan hanya inisiatif strategis yang ramai diberitakan. Contohnya, prestasi yang diraih siswa MAN 4 Tanah Datar di ajang kompetisi ilmiah menunjukkan potensi besar yang harus terus dikembangkan. Kementerian Agama Prov. Sumatera Barat


Kebijakan internal seperti full day dan janji profesionalisme GTK memang penting, tetapi yang lebih esensial adalah konsistensi pelaksanaan di lapangan. Tanpa itu, kebijakan akan menjadi “rote learning” administratif yang tidak mengakar pada perubahan nyata proses belajar-mengajar dan pembentukan karakter siswa.


Kesimpulan tajamnya: Peresmian Program Full Day School dan penandatanganan Fakta Integritas di MAN 4 Tanah Datar punya nilai simbolis penting, tetapi harus diiringi dengan indikator evaluasi yang jelas—baik untuk efektivitas pembelajaran maupun akuntabilitas GTK. Tanpa itu, segala gebrakan akan berhenti pada sekadar timbulnya headline tanpa dampak transformatif di dunia pendidikan yang sesungguhnya. SP*


Baca Juga

https://www.potretkita.net/2026/01/kuhap-baru-polisi-wajib-gunakan-kamera.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here