Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Ube dan Ubi Ungu - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 17 Agustus 2026

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Ube dan Ubi Ungu

 


JAKARTAMakanan berwarna ungu tengah menjadi tren di dunia kuliner. Dua bahan yang kerap dianggap sama karena memiliki warna serupa adalah ube dan ubi ungu.


Meski sama-sama merupakan umbi sumber karbohidrat dan memiliki warna ungu pekat, keduanya berasal dari jenis tanaman yang berbeda.


Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa ube yang populer dalam kuliner Filipina berasal dari kelompok yam, sedangkan ubi ungu yang banyak ditemukan di Indonesia merupakan jenis sweet potato atau ubi jalar.


"Ube sama ubi ungu itu beda walau sama-sama umbi sumber karbohidrat. Walaupun sama-sama warna ungu tapi berasal dari jenis tanaman yang berbeda," ujar dr. Yaze saat diwawancarai, Senin (17/8/2026).


Menurutnya, perbedaan jenis tanaman tersebut membuat keduanya tidak bisa dianggap sebagai bahan makanan yang sama meskipun memiliki tampilan yang hampir serupa.


Kandungan Gizi Ube dan Ubi Ungu

Dari sisi nutrisi, ube maupun ubi ungu sama-sama memiliki kandungan karbohidrat, serat, dan senyawa antioksidan alami yang memberikan warna ungu pada daging umbi.


Dalam setiap 100 gram, ube atau purple yam mengandung sekitar 120–140 kalori. Sementara itu, ubi ungu atau purple sweet potato mengandung sekitar 85–87 kalori.


Kandungan karbohidrat keduanya juga relatif tidak jauh berbeda. Ube mengandung sekitar 27 gram karbohidrat dan 4 gram serat per 100 gram.


Adapun ubi ungu mengandung sekitar 20 gram karbohidrat dan 3–3,3 gram serat dalam jumlah yang sama.


Kandungan serat tersebut membuat kedua jenis umbi ini dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan serat pangan.


Selain itu, warna ungu pada keduanya berasal dari senyawa antioksidan alami, terutama kelompok pigmen yang dikenal sebagai antosianin.


Cara Mengolah Lebih Menentukan

Perbedaan jenis umbi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika memilih makanan berbahan ube atau ubi ungu.


Menurut dr. Yaze, respons gula darah atau Indeks Glikemik (IG) tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jenis umbinya. Cara memasak serta bahan tambahan yang digunakan juga dapat memengaruhi nilai gizinya.


Pengolahan dengan cara direbus atau dikukus dapat menjadi pilihan sederhana. Namun, metode memasak lain tidak serta-merta membuat makanan tersebut menjadi tidak sehat.


"Direbus atau dikukus bisa jadi pilihan dibandingkan diolah dengan banyak minyak atau gula. Tapi bukan berarti dipanggang atau dimasak dengan cara lain otomatis menjadi tidak sehat," jelasnya.


Karena itu, hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan bahan yang ditambahkan selama maupun setelah proses memasak.


Ube dan ubi ungu pada dasarnya sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Yang membedakan bukan hanya jenis umbinya, tetapi juga porsi, cara pengolahan, serta tambahan gula, minyak, atau bahan lain dalam penyajiannya.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/08/arab-saudi-dan-7-negara-islam-kecam.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here