JAKARTA — Mengurangi porsi makan sering menjadi langkah awal ketika seseorang ingin menurunkan berat badan. Namun, sudah makan lebih sedikit bukan berarti berat badan otomatis turun.
Bahkan, sebagian orang merasa porsinya telah banyak dikurangi, tetapi berat badan justru tetap atau sulit mengalami penurunan. Kondisi ini dapat terjadi karena jumlah makanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan asupan energi.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa makanan dengan porsi kecil belum tentu memiliki kandungan kalori yang rendah.
"Kalau misalnya kita sudah merasa cut porsi lumayan banyak, tapi ternyata kenapa masih lapar? Kenapa berat badannya malah tidak turun-turun? Itu bisa jadi karena kalorinya masih tinggi," ujar dr. Yaze dalam siaran langsung di media sosial detikHealth, Kamis (13/8/2026).
Porsi Sedikit Belum Tentu Rendah Kalori
Menurut dr. Yaze, porsi dan kalori merupakan dua hal yang saling berkaitan, tetapi tidak sama.
Porsi menunjukkan jumlah makanan yang dikonsumsi, sedangkan kalori menggambarkan energi yang diperoleh tubuh dari makanan tersebut.
Karena itu, dua makanan dengan ukuran atau volume yang sama belum tentu memiliki jumlah kalori yang sama. Komposisi makanan serta bahan tambahan yang digunakan dapat membuat kandungan kalorinya berbeda jauh.
Sebagai contoh, seseorang mungkin mengurangi nasi dari satu piring menjadi setengah porsi. Namun, jika lauk yang dikonsumsi berupa ayam goreng, perkedel, sambal goreng, atau makanan lain yang tinggi kalori, total energi dalam satu kali makan tetap dapat cukup tinggi.
Artinya, mengurangi satu jenis makanan saja belum tentu menghasilkan pengurangan kalori yang signifikan.
Waspadai Kalori dari Bahan Tambahan
Hal serupa juga dapat terjadi pada makanan yang selama ini dianggap sehat.
Salad sayur, misalnya, dapat memiliki kandungan kalori yang berbeda tergantung bahan tambahan atau saus yang digunakan. Begitu pula alpukat yang diolah menjadi minuman dan diberi krimer kental manis.
Ukuran mangkuk atau gelasnya mungkin sama, tetapi kandungan kalorinya dapat berbeda karena komposisi bahan yang digunakan.
Contoh lainnya adalah kopi. Seseorang mungkin sudah mengurangi minuman dari satu gelas menjadi setengah gelas. Namun, jika masih ditambahkan gula aren dan krimer dalam jumlah cukup banyak, pengurangan volumenya belum tentu diikuti pengurangan kalori yang berarti.
Karena itu, dalam upaya menurunkan berat badan, perhatian tidak cukup hanya diarahkan pada seberapa banyak makanan yang berada di piring.
Jenis makanan, cara pengolahan, serta bahan tambahan seperti gula, krimer, saus, dan minyak juga perlu diperhatikan.
Kebutuhan Kalori Setiap Orang Berbeda
Dr. Yaze juga mengingatkan bahwa kebutuhan energi setiap orang tidak dapat disamaratakan.
Kebutuhan kalori dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain berat badan, tinggi badan, tingkat aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan.
Dengan demikian, target asupan kalori yang sesuai untuk seseorang belum tentu cocok diterapkan pada orang lain.
Bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan, fokus sebaiknya tidak hanya pada mengurangi porsi makan, tetapi juga memastikan makanan yang dikonsumsi memiliki komposisi yang sesuai dan tetap memberikan rasa kenyang serta kecukupan gizi.
Pada akhirnya, makan lebih sedikit secara volume belum tentu berarti mengonsumsi lebih sedikit kalori. Memperhatikan kualitas makanan dan bahan tambahan dapat menjadi bagian penting dalam mengatur pola makan agar penurunan berat badan dapat berlangsung secara lebih terarah.
Baca Juga
https://www.potretkita.net/2026/08/serupa-tapi-tak-sama-ini-perbedaan-ube.html


.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar