Pemerintah Siapkan Talenta Green Jobs, Transisi Ekonomi Hijau Berpotensi Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 04 Agustus 2026

Pemerintah Siapkan Talenta Green Jobs, Transisi Ekonomi Hijau Berpotensi Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

 


Jakarta – Pemerintah terus mendorong pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau sebagai bagian dari strategi transisi menuju ekonomi rendah karbon. Langkah ini menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk memanfaatkan peluang investasi sekaligus menciptakan jutaan lapangan kerja baru.


Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Nur Hygiawati Rahayu, mengatakan pemerintah tengah menyusun peta jalan pengembangan green jobs yang mencakup penguatan sisi penyediaan tenaga kerja melalui penyelarasan pendidikan, pelatihan, dan standar kompetensi. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan untuk mendorong terciptanya lapangan kerja hijau di berbagai sektor.


Menurut Nur, keberhasilan transisi menuju ekonomi hijau tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan mitra pembangunan dinilai menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.


Potensi ekonomi hijau dinilai sangat besar. Berdasarkan proyeksi BloombergNEF, jalur menuju target net zero emission di Indonesia berpotensi menarik investasi hingga 3,8 triliun dolar AS atau sekitar Rp68.540 triliun sampai 2050. Nilai investasi tersebut diperkirakan mampu menciptakan sekitar 1,3 juta pekerjaan langsung di sektor energi terbarukan.


Meski demikian, dunia usaha masih menghadapi tantangan dalam memperoleh tenaga kerja yang memiliki keterampilan hijau. Laporan LinkedIn Green Skills Report 2025 menunjukkan talenta yang memiliki green skills direkrut 46,6 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata perekrutan lintas sektor.


Sementara itu, studi Koaksi Indonesia (2026) menemukan bahwa banyak lulusan sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, namun belum memenuhi kebutuhan industri karena minim pengalaman praktis, keterampilan teknis, serta sertifikasi yang dipersyaratkan.


Founder sekaligus Technical and Business Development Director Dassa Corp, Haryo Ajie Dewanto, mengatakan industri kini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, terus belajar, serta mampu bekerja bersama masyarakat dalam mengembangkan solusi keberlanjutan.


Pandangan serupa disampaikan Public Affairs and Sustainability Manager Danone Indonesia, Annie Wahyuni. Menurutnya, kebutuhan talenta keberlanjutan tidak lagi terbatas pada lulusan dari disiplin ilmu tertentu. Industri lebih mengutamakan kompetensi yang relevan, sertifikasi, dan kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan mengikuti dinamika isu keberlanjutan.


Dengan meningkatnya investasi dan percepatan transisi energi, kebutuhan terhadap tenaga kerja berkompetensi hijau diperkirakan akan terus bertambah. Karena itu, penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang besar dari ekonomi hijau.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here