JAKARTA — Kelompok tertua Generasi Z (Gen Z) mulai memasuki usia 30 tahun pada 2026. Di tengah perubahan usia tersebut, muncul perbincangan mengenai fenomena visual age gap, yakni perbedaan antara usia seseorang dengan kesan usia yang terlihat dari penampilannya.
Di media sosial, sebagian warganet menilai sejumlah anggota Gen Z justru tampak lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Sebaliknya, kelompok Milenial yang kini mendekati usia 40 tahun dinilai masih terlihat awet muda.
Fenomena tersebut kemudian dikaitkan dengan berbagai faktor, mulai dari tekanan psikologis, prosedur estetika hingga pola hidup sehari-hari.
Stres dan hormon kortisol
Dokter spesialis kulit asal Amerika Serikat, Dr Kellie Reed, menyebut Gen Z cenderung menghadapi tingkat stres yang cukup tinggi.
Stres kronis dapat memicu peningkatan hormon kortisol. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan peradangan dan memengaruhi produksi kolagen, protein penting yang membantu menjaga struktur dan elastisitas kulit.
Akibatnya, kulit dapat lebih mudah menunjukkan tanda-tanda penuaan.
Prosedur kecantikan dilakukan terlalu dini
Pengaruh media sosial juga disebut dapat meningkatkan kecemasan terhadap penampilan. Kondisi tersebut mendorong sebagian anak muda melakukan berbagai prosedur estetika, seperti filler, Botox, maupun perawatan laser, pada usia yang relatif muda.
Menurut Reed, prosedur estetika dapat memberikan manfaat ketika dilakukan dengan indikasi dan metode yang tepat. Namun, penggunaan yang berlebihan atau terlalu dini dapat mengubah karakter serta proporsi alami wajah.
Alih-alih mempertahankan kesan segar dan muda, perubahan tersebut dalam kondisi tertentu justru dapat membuat wajah tampak lebih dewasa.
Kurang tidur dan pola hidup tidak sehat
Faktor gaya hidup juga tidak kalah penting. Kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang, aktivitas fisik yang minim, serta tingginya waktu yang dihabiskan di depan layar dapat memengaruhi kondisi tubuh dan kulit.
Artikel yang dikutip dari The Standard UK juga menyoroti penggunaan rokok elektrik atau vaping di kalangan Gen Z. Kebiasaan tersebut, apabila disertai pola hidup kurang sehat lainnya, dapat turut memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Bukan berarti seluruh Gen Z tampak lebih tua
Meski fenomena visual age gap ramai diperbincangkan, hal tersebut tidak berarti seluruh anggota Gen Z terlihat lebih tua dibandingkan Milenial.
Penampilan seseorang dipengaruhi banyak faktor, antara lain genetika, paparan sinar matahari, kualitas tidur, tingkat stres, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta perawatan kulit.
Karena itu, menjaga pola hidup sehat tetap menjadi langkah penting untuk membantu mempertahankan kesehatan kulit dan penampilan seiring bertambahnya usia.
Alih-alih terlalu fokus pada perbedaan penampilan antar-generasi, kebiasaan sederhana seperti tidur cukup, mengelola stres, beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, serta menghindari rokok dan vape dapat menjadi pilihan yang lebih bermanfaat dalam jangka panjang.*
Baca Juga
https://www.potretkita.net/2026/08/gempa-tak-bisa-dicegah-seberapa-siap.html


.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar