Cerita Buruh Pengupas Bawang di Pasar Raya Padang, Dibayar Rp2.000 per Kilogram - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 16 Agustus 2026

Cerita Buruh Pengupas Bawang di Pasar Raya Padang, Dibayar Rp2.000 per Kilogram

 


PADANGPekerjaan mengupas bawang menjadi salah satu pilihan warga untuk mendapatkan penghasilan tambahan di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. Namun, upah yang diterima buruh pengupas bawang relatif kecil dibandingkan waktu kerja yang mereka jalani.


Salah seorang buruh pengupas bawang, Putri (35), mengatakan upah mengupas bawang berbeda berdasarkan jenisnya.


Untuk bawang merah, ia menerima Rp2.500 per kilogram. Sementara bawang putih dibayar Rp2.000 per kilogram.


“Kalau bawang merah Rp2.500 per kilogram. Kalau bawang putih Rp2.000 per kilogram,” kata Putri kepada Langgam.id, Minggu (16/8/2026).


Putri biasanya mulai bekerja sekitar pukul 06.00 WIB dan menyelesaikan pekerjaannya sekitar pukul 16.00 WIB.


Dalam sehari, ia mampu mengupas sekitar 4 hingga 5 kilogram bawang. Jika mengupas 5 kilogram bawang putih, pendapatan yang diperoleh hanya sekitar Rp10.000 per hari.


Sementara jika seluruh bawang yang dikupas merupakan bawang merah, penghasilannya sekitar Rp12.500 untuk 5 kilogram.


Bisa Dikerjakan dari Rumah

Menurut Putri, pekerjaan tersebut memiliki satu kelebihan karena tidak selalu harus dilakukan di pasar.


Bawang yang akan dikupas dapat dibawa pulang sehingga pekerjaan bisa dilakukan dari rumah.


Bagi Putri, mengupas bawang menjadi salah satu cara untuk memperoleh tambahan penghasilan sekaligus tetap memiliki keleluasaan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


Meski hasilnya tidak besar, pekerjaan tersebut tetap dijalani untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.


23 Tahun Mengupas Bawang

Cerita serupa disampaikan Usmawati (50), buruh pengupas bawang yang telah menjalani pekerjaan tersebut selama sekitar 23 tahun.


Selama lebih dari dua dekade bekerja, Usmawati mengatakan dirinya tidak pernah memperoleh penghasilan hingga Rp700.000 dalam satu hari.


“Paling banyak saya dapatkan upah sekitar Rp15 ribu per hari,” ujarnya.


Usmawati biasanya bekerja mulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 atau 17.00 WIB.


Mengupas bawang bagi Usmawati merupakan pekerjaan sampingan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian keluarga. Selain mengupas bawang, ia terkadang menerima pekerjaan membersihkan bawang dan cabai.


“Selama kerja pengupas bawang, hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan belanja anak,” tuturnya.


Gambaran Penghasilan Buruh Pengupas Bawang

Cerita Putri dan Usmawati memberikan gambaran mengenai kondisi buruh pengupas bawang di Pasar Raya Padang.


Dengan sistem pembayaran berdasarkan kilogram, besarnya pendapatan sangat bergantung pada jumlah bawang yang mampu mereka selesaikan dalam sehari.


Penghasilan yang hanya berkisar belasan ribu rupiah sehari menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut lebih banyak menjadi sumber pendapatan tambahan daripada mata pencaharian utama.


Di tengah viralnya pernyataan mengenai besaran upah buruh pengupas bawang, kondisi yang ditemui di Pasar Raya Padang menunjukkan realitas berbeda. Para buruh di lapangan menerima bayaran berdasarkan jumlah bawang yang dikupas, dengan nominal yang relatif kecil dan pekerjaan yang membutuhkan waktu berjam-jam.


Kisah tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain kehidupan pekerja informal di pasar tradisional yang tetap bertahan dengan pekerjaan sederhana untuk memenuhi kebutuhan keluarga.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/08/aceh-terima-hibah-rp27-miliar-untuk.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here