Satpam Waduk Jatiluhur yang Diduga Dibunuh Dikenal sebagai Ayah Penyayang dan Pengabdi Masyarakat - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 29 Juli 2026

Satpam Waduk Jatiluhur yang Diduga Dibunuh Dikenal sebagai Ayah Penyayang dan Pengabdi Masyarakat

 


PURWAKARTA Duka menyelimuti keluarga almarhum Sumarno (43), petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur yang menjadi korban dugaan pembunuhan. Semasa hidup, Sumarno dikenal sebagai pribadi yang bertanggung jawab, baik sebagai kepala keluarga maupun sebagai sosok yang aktif mengabdi kepada masyarakat.


Di mata keluarga, almarhum merupakan ayah yang penyayang dan selalu mengutamakan keluarganya. Meski disibukkan dengan pekerjaan sebagai petugas keamanan di Perum Jasa Tirta (PJT) II, ia tidak pernah mengabaikan tanggung jawab terhadap istri dan kedua anaknya.


"Salah satu contohnya, almarhum selalu rutin mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Itu bentuk tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah," ujar kakak ipar korban, Usep (53), saat ditemui di rumah duka, Selasa (28/7/2026).


Tak hanya dikenal baik di lingkungan keluarga, Sumarno juga mendapat kepercayaan masyarakat di Desa Kembang Kuning. Selain bertugas menjaga salah satu objek vital nasional, ia juga aktif sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di desanya.


"Setahu saya almarhum orang baik. Selain menjadi satpam PJT II, dia juga anggota Linmas desa. Ada kepercayaan besar dari perusahaan maupun pemerintah desa kepada beliau," kata Usep.


Keluarga Serahkan Penanganan Kasus kepada Polisi

Terkait kondisi korban yang ditemukan meninggal dunia dengan tangan terborgol pada Jumat (24/7/2026), pihak keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.


Mereka berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik kasus yang menewaskan Sumarno.


"Kami percayakan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Harapan keluarga hanya satu, semoga kasus ini segera terungkap," ujarnya.


Fokus Mendampingi Keluarga yang Berduka

Di tengah proses penyelidikan, keluarga kini lebih memusatkan perhatian pada pendampingan terhadap istri dan kedua anak almarhum yang masih terpukul atas kehilangan tersebut.


Pihak keluarga juga mengapresiasi perhatian berbagai pihak, termasuk adanya rencana pemberian bantuan beasiswa bagi pendidikan anak-anak Sumarno.


"Itu menjadi kewenangan aparat. Kami lebih fokus mendampingi istri almarhum dan keluarga agar tetap tabah menghadapi cobaan ini," tutur Usep.


Hingga kini, kepolisian masih terus menyelidiki kasus dugaan pembunuhan tersebut untuk mengungkap pelaku beserta motif yang melatarbelakanginya.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here