JAKARTA – Kanker usus besar atau kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Kanker usus besar kembali menjadi perhatian publik setelah muncul kabar bahwa penulis novel misteri asal Jepang, Keigo Higashino, meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Terlepas dari kabar tersebut, penting bagi masyarakat untuk memahami apa itu kanker usus besar, gejalanya, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahannya.
Berawal dari Polip di Usus Besar
Menurut Cleveland Clinic, kanker usus besar umumnya bermula dari polip prakanker yang tumbuh pada lapisan dalam usus besar. Sebagian besar polip bersifat jinak, tetapi jika tidak terdeteksi dan dibiarkan dalam waktu lama, sebagian dapat berkembang menjadi kanker.
Perubahan dari polip menjadi kanker biasanya berlangsung perlahan, bahkan dapat memakan waktu hingga sekitar 10 tahun. Karena itu, pemeriksaan seperti kolonoskopi sangat dianjurkan bagi kelompok yang berisiko agar polip dapat ditemukan dan diangkat sebelum berubah menjadi kanker.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada stadium awal, kanker usus besar sering kali tidak menimbulkan keluhan. Namun, seiring perkembangan penyakit, sejumlah gejala dapat muncul, antara lain:
- Nyeri atau kram perut yang berlangsung terus-menerus.
- Perut terasa kembung.
- Adanya darah pada tinja atau feses berwarna kehitaman.
- Diare atau sembelit yang tidak kunjung membaik.
- Perasaan buang air besar belum tuntas.
- Tubuh mudah lelah atau lemas tanpa penyebab yang jelas.
- Penurunan berat badan secara drastis tanpa disengaja.
Gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan kanker usus besar karena juga dapat disebabkan oleh penyakit lain. Namun, apabila keluhan berlangsung lama atau disertai perdarahan saat buang air besar, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Faktor yang Meningkatkan Risiko
Hingga kini penyebab pasti kanker usus besar belum diketahui. Meski demikian, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini, di antaranya:
- Berusia 50 tahun ke atas.
- Memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus besar atau polip usus.
- Memiliki banyak polip di usus besar.
- Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
- Merokok.
- Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
- Pola makan rendah serat dan tinggi daging olahan.
Cara Menurunkan Risiko
Meski tidak semua kasus kanker dapat dicegah, risiko kanker usus besar dapat dikurangi melalui penerapan gaya hidup sehat, antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya serat, seperti sayur, buah, dan biji-bijian.
- Menjaga berat badan tetap ideal.
- Berolahraga secara teratur.
- Berhenti merokok.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Melakukan skrining atau pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko atau riwayat keluarga.
Pentingnya Deteksi Dini
Para ahli menekankan bahwa kanker usus besar memiliki peluang sembuh yang jauh lebih tinggi apabila ditemukan pada stadium awal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala yang berlangsung terus-menerus dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan saluran pencernaan.
Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mencegah kanker usus besar berkembang ke stadium lanjut.*


.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar