JAKARTA — Banyak orang ingin mengatur keuangan dengan lebih bijak, namun sering kali merasa bersalah atau dianggap pelit ketika mulai membatasi pengeluaran. Menurut artikel CNBC Indonesia, kunci menghemat uang bukanlah hidup kekurangan, melainkan mengatur batasan yang realistis serta menjaga hubungan sosial tetap baik tanpa tekanan finansial. CNBC Indonesia
Hemat Bukan Berarti Kekurangan
Menghemat uang tidak identik dengan melarang diri melakukan hal-hal yang menyenangkan. Yang penting adalah mengetahui tujuan keuangan Anda serta menetapkan batasan pengeluaran yang sesuai kemampuan, bukan larangan total yang kaku. dupoin.co.id
Batas Pengeluaran, Bukan Larangan
Daripada melarang semua hal menyenangkan, pakai batas pengeluaran realistis. Misalnya:
Tetapkan berapa kali Anda boleh nongkrong setiap bulan.
Buat plafon anggaran untuk hiburan atau hobi. dupoin.co.id
Dengan pendekatan ini, Anda tetap bisa bersosialisasi dan menikmati hidup tanpa merasa bersalah atau diperbudak oleh anggaran. dupoin.co.id
Pisahkan Uang Berdasarkan Fungsi
Perasaan “pelit” sering muncul karena uang tercampur semua dalam satu saldo. Solusinya adalah memisahkan uang menurut tujuan:
Uang kebutuhan harian (makan, transportasi),
Uang untuk gaya hidup & sosial (nongkrong, traktir),
Uang simpanan atau tabungan. dupoin.co.id
Uang buat sedekah dan zakat
Dengan pembagian seperti ini, Anda bisa lebih mudah melihat kapan boleh menggunakan uang, kapan harus menahan diri, tanpa drama batin atau ruginya hubungan sosial.
Tetap Dermawan dengan Perencanaan
Menghemat bukan berarti berhenti memberi. Artikel ini menekankan bahwa memberi atau berdonasi tetap penting, asalkan dilakukan sesuai kemampuan dan direncanakan dalam anggaran. Anda bisa menganggarkan sedekah sebagai bagian dari rencana keuangan, sehingga tetap dermawan tanpa membebani kebutuhan sendiri. dupoin.co.id
Surah Al-Baqarah ayat 261
Arab:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya (terjemahan Indonesia):
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.
Penjelasan singkat: 1 biji → 7 tangkai, 1 tangkai → 100 biji, Total → 700 kali lipat
Bahkan bisa lebih, karena Allah melipatgandakan sesuai kehendak-Nya. Nah, mengapa takut berdonasi.
Secara keseluruhan, strategi ini mendorong pembaca mengatur keuangan dengan sadar (mindful spending), membuat batasan yang masuk akal, dan menjaga keseimbangan antara tujuan finansial dan kualitas hidup — tanpa dicap pelit. dupoin.co.id*
Baca Juga
https://www.potretkita.net/2026/02/makanan-yang-disukai-sel-kanker-banyak.html

.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar