“Saya yang Bekerja, Saya Tahu ini Bagus, Huntara Kokoh di Aceh Tamiang " - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 02 Januari 2026

“Saya yang Bekerja, Saya Tahu ini Bagus, Huntara Kokoh di Aceh Tamiang "




KUA  SIMPANG - Hunian sementara (huntara) dari Danantara di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, beda dengan sebelumnya. Katanya ini lebih kokoh, rapi dan rancak. Didapat pula laporan, Presiden Prabowo akan berada di tengah korban banjir Aceh, Kamis (1/1).


Di Aceh Tamiang, huntara Danantara berdiri rapi—bertiang besi, berdipan, berkasur, ber-wifi, bahkan bertaman bermain. Ia tampak seperti jawaban cepat atas derita banjir. Presiden akan datang, pejabat memastikan standar, dan warga mulai “cari angin” di lokasi baru itu. Semua terlihat bergerak. Negara tampak hadir.


Kehadiran negara bukanlah peristiwa seremonial; ia adalah komitmen yang diuji oleh waktu. Huntara yang kokoh hari ini harus tetap rancak esok hari—saat hujan kembali turun, listrik diuji, air bersih menipis, dan perhatian publik berpindah ke isu lain. Di situlah kualitas kebijakan diuji: bukan pada kecepatan membangun, melainkan pada ketekunan merawat huntara.


Danantara patut diapresiasi karena tidak memilih solusi seadanya. Standar layak huni, isi hunian, hingga ruang bermain anak. Ini menunjukkan pemahaman bahwa korban bencana bukan sekadar butuh atap, tapi juga pemulihan. Karena itu, ekspektasi publik mesti kita naikkan. Yang baik hari ini wajib menjadi standar besok, bukan pengecualian yang lahir karena kunjungan pejabat.


Kritik tentu bukan untuk meniadakan kerja, melainkan untuk menjaga arah kerja. Huntara tak boleh berubah menjadi “sementara yang berkepanjangan”. Transisi ke hunian tetap harus jelas, terukur, dan transparan. Pengawasan mesti setegas baja ringan yang menopang bangunan itu—agar kualitas tak melunak saat sorotan kamera nanti padam karena akan dipakai warga seumur kemampuan mereka memakai.


Aceh telah terlalu sering menjadi panggung janji pascabencana. Kali ini, semoga berbeda. Jika negara benar-benar hadir, ia tidak berhenti di peresmian saja. Ia tinggal, mendengar, memperbaiki, dan memastikan bahwa yang kokoh bukan hanya bangunan saja—tetapi juga kepercayaan warga kepada negara.


Huntara Danantara  dibangun dengan tiang besi dan baja ringan. Berdiri dibatas fondasi kokoh, setinggi kira-kira setengah meter. Huntara bukan “sekadar punya pintu sendiri” tapi dikabarkan dengan isi-isinya. Ada kasur, bantal, dipan, lemari. Listrik, wifi dan taman bermain anak. Air bersih dan toilet, apalagi. 


Menurut informasi, Kamis (1/1/2026) hari ini Presiden Prabowo akan meninjau huntara tersebut. Itu sebabnya, COO Danantara Dony Oskaria memastikan ke lokasi, tidak ada halangan dalam pembangunannya. Sesuai standar dan layak huni.


Danantara Indonesia bersama BP BUMN terus mengawal pembangunannya. Menarik lokasi huntara menjadi obyek baru cari angin bagi warga setempat. "Langkah ini merupakan komitmen nyata untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi para pengungsi," kata Dony Oskaria, Rabu (31/12).


Ia menjelaskan Danantara Indonesia bersama BP BUMN dan sejumlah BUMN serta Himbara terus memacu percepatan pembangunan huntara bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.


“Kita suka, bagus, kami kira pakai kayu saja,” kata seorang warga di lokasi huntara.Menurut kabar yang ia dapat, huntara akan dilengkapi taman bermain anak.


Seorang pekerja, Arman, menyebut, is sudah berhari-hari bekerja dan diminta untuk mematuhi standar kerja. “Saya yang bekerja, saya tahu ini bagus,” kata dia pula. 


Huntara dibuat bersusun bagus, dengan atap tungkus nasi. Dengan halaman yang memadai, terletak di tepi jalan antara Kuala Simpang dan Langsa. (*)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here