Menggali Kembali Jejak Peradaban di Pegunungan Uzbekistan - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 02 Januari 2026

Menggali Kembali Jejak Peradaban di Pegunungan Uzbekistan



UZBEKISTAN -Temuan dua kota kuno yang terkubur selama berabad-abad di pegunungan Uzbekistan bukan sekadar penemuan arkeologis biasa — ini adalah revolusi epistemik yang menantang asumsi lama tentang bangunan masyarakat di sepanjang Jalur Sutra. Para arkeolog berhasil memetakan dua kota besar yang tersembunyi di bawah padang rumput, sekitar 5 kilometer dari satu sama lain, menggunakan teknologi LiDAR — sebuah alat yang mampu menembus vegetasi dan permukaan tanah untuk mengungkap struktur tertutup yang selama ini luput dari radar sejarah. 


Kota-kota ini bukan hanya sekadar persinggahan kecil bagi para pedagang. Mereka adalah pusat urban dengan: Benteng, menara pengawas, dan alun-alun kota yang jelas menunjukkan struktur sosial dan kekuatan organisasi masyarakatnya. detikcom


Ribuan struktur bangunan yang tersebar, yang dapat merepresentasikan kehidupan yang kompleks, bukan sekadar kamp penggembala atau pos perdagangan kecil. 


Ukuran kota yang ditemukan juga tidak bisa dianggap remeh. Tugunbulak, yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-6 hingga ke-10 Masehi, diperkirakan mencakup sekitar 120 hektar, menjadikannya salah satu pusat urban terbesar di jalur pegunungan Jalur Sutra yang pernah teridentifikasi — sebuah fakta yang secara fundamental merevisi peta peradaban di Asia Tengah. The Times Of Central Asia+1


Hal yang paling menakjubkan dari penemuan ini bukan hanya ukurannya, tetapi lokasinya: kota-kota ini berada di ketinggian sekitar 2.000–2.200 meter di atas permukaan laut, sebuah lanskap yang selama ini dianggap terlalu keras untuk menjadi pusat permukiman besar pada masa itu. Paradigma lama menempatkan Jalur Sutra sebagai jaringan rute rendah yang relatif “ramah” secara geografis — padahal kini terbukti bahwa manusia telah mampu membangun komunitas urban yang maju di ketinggian ekstrem tanpa teknologi modern seperti saat ini. Science Focus


Pendekatan baru ini — teknologi airborne LiDAR — membuka jendela baru untuk melihat masa lalu tanpa harus menggali tanah secara ekstensif. Teknologi ini bukan sekadar alat bantu, tetapi telah menjadi rekonstruksi ulang sejarah, memperlihatkan kepada kita bahwa banyak peradaban besar mungkin masih “tersembunyi” di bawah permukaan, menunggu untuk diceritakan kembali. detikcom


Penemuan ini memiliki implikasi luas: Mengubah peta perdagangan dan urbanisasi: Bukti jelas adanya kota besar di pegunungan memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana jaringan Jalur Sutra tidak hanya mengikuti dataran rendah, tetapi juga secara dinamis memanfaatkan rute-rute yang lebih sulit, mungkin untuk alasan strategis, ekonomis, atau sumber daya alam.


Meredefinisi kriteria peradaban “maju” di wilayah kering dan tinggi: Selama ini, narasi sejarah sering memusatkan perhatian pada pusat-pusat peradaban di lembah sungai atau pesisir. Temuan ini menegaskan bahwa manusia mampu membangun komunitas besar bahkan di dataran yang secara ekologis menantang. The Times Of Central Asia


Menyingkap keterkaitan budaya yang lebih rumit: Struktur dan artefak yang mungkin ditemukan di situs ini dapat membuka bukti baru tentang hubungan lintas budaya — antara komunitas lokal, pedagang asing, dan para penjelajah jauh yang mungkin telah meninggalkan jejaknya di sana. detikcom


Penemuan dua kota kuno ini adalah pengingat bahwa sejarah bukanlah catatan statis yang sempurna. Ia adalah narasi yang terus diperbarui ketika alat baru, metodologi baru, dan, yang terpenting, keingintahuan manusia bertemu di persimpangan ilmu pengetahuan dan imajinasi. Kota-kota yang terkubur di pegunungan Uzbekistan bukan hanya sekadar reruntuhan; mereka adalah saksi bisu tentang kapasitas dan ambisi manusia — lalu dan sekarang — untuk menolak batas yang terlihat.


Ditemukan Kembali 2 Kota Kuno Terkubur di Bekas Jalur Sutra setelah Berabad-abad


Jakarta — Para arkeolog berhasil menemukan kembali dua kota kuno yang hilang selama berabad-abad di wilayah bekas Jalur Sutra. Kota-kota ini sebelumnya terkubur di bawah padang rumput di pegunungan Uzbekistan, dan baru terungkap melalui teknologi canggih. detikcom


Temuan ini berada di area yang dulu merupakan jalur perdagangan penting antara Asia dan Eropa, tetapi kemudian ditinggalkan tanpa jejak jelas. Kedua kota kuno itu letaknya hanya sekitar lima kilometer satu sama lain. detikcom


Penemuan besar ini terungkap berkat penggunaan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) yang dipasang pada drone. Teknologi ini mampu menembus vegetasi dan mengungkap struktur yang tersembunyi di bawah permukaan tanah. detikcom


Hasil pemindaian menunjukkan area luas yang dipenuhi struktur perkotaan seperti: Menara pengawas


Benteng, Kompleks bangunan, Jalan setapak yang saling terhubung. Jejak ini diperkirakan pernah menjadi tempat tinggal puluhan ribu orang pada masa lalu. detikcom


Temuan ini dicatat dalam artikel penelitian berjudul “Large-scale medieval urbanism traced by UAV-lidar in highland Central Asia” yang dipublikasikan di jurnal Nature pada Oktober 2024. detikcom


Salah satu pakar yang memimpin studi ini, Michael Frachetti dari Washington University, mengungkapkan bahwa temuan kota besar di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut ini cukup mengejutkan karena dianggap tidak cocok untuk kehidupan urban pada masa itu. detikcom


Para peneliti menduga bahwa kedua kota ini bukan hanya pos perdagangan biasa, melainkan kemungkinan juga sebagai pusat pemrosesan bijih besi, karena kawasan tersebut dikenal kaya akan sumber daya mineral. detikcom


Kedua kota yang ditemukan dikenal sebagai: Tashbulak, telah terdeteksi sejak 2011, Tugunbulak, ditemukan pada 2015 berdasarkan informasi lokal


Pemindaian lanjut dilakukan pada tahun 2022 dengan sekitar 22 penerbangan drone untuk memetakan keseluruhan wilayah. detikcom


Diperkirakan Tashbulak dan Tugunbulak aktif antara abad ke-6 hingga abad ke-11 Masehi, sebelum akhirnya ditinggalkan tanpa catatan yang jelas mengenai penyebabnya. detikcom

Intinya:

Penemuan dua kota kuno yang hilang di Uzbekistan memberikan wawasan baru tentang kehidupan masyarakat dan rute perdagangan di masa Jalur Sutra, sekaligus menunjukkan betapa canggihnya teknologi modern dalam mengungkap sejarah yang terkubur selama berabad-abad. Detik dan The Times Of Central Asia*


Baca Juga

https://www.potretkita.net/2026/01/saya-yang-bekerja-saya-tahu-ini-bagus.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here