![]() |
Transformasi tersebut diputuskan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari berbagai provinsi di seluruh tanah air. Seluruh peserta secara aklamasi menyetujui perubahan status dari ormas menjadi partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat.
Dalam sidang, Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan, membacakan keputusan resmi yang menegaskan bahwa partai baru ini akan memperjuangkan cita-cita kemerdekaan dan keadilan sosial melalui sistem demokrasi yang lebih terbuka dan partisipatif. Ridwan juga menyampaikan bahwa Panca Darma—meliputi nilai religius, nasionalis kerakyatan, ksatria, kasih sayang, dan integritas moral—akan menjadi landasan perjuangan partai.
Sahrin Hamid, yang terpilih secara sah sebagai Ketua Umum periode 2026–2030, mengajak seluruh kader memperkuat militansi dan membangun struktur partai hingga ke akar rumput. Ia menargetkan proses verifikasi hukum di Kementerian Hukum dan HAM segera rampung pada Februari 2026 agar Partai Gerakan Rakyat resmi berpartisipasi dalam peta politik nasional.
Arah Politik dan Reaksi Awal
Deklarasi ini sekaligus memosisikan Partai Gerakan Rakyat sebagai pemain politik baru yang langsung menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029. Pernyataan tersebut disampaikan pada puncak Rakernas sebagai bagian dari strategi jangka panjang partai dalam kontestasi politik nasional.
Langkah ini memperoleh respon dari partai lain. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, mengucapkan selamat atas terbentuknya Partai Gerakan Rakyat namun juga menilai dukungan awal terhadap capres masih terlalu dini karena pemilu masih beberapa tahun lagi.
Di daerah, sejumlah pengurus wilayah partai baru menegaskan komitmen mereka terhadap isu-isu penting seperti keadilan ekologis dan konsolidasi nasional, menunjukkan bahwa agenda partai tidak hanya berfokus pada figur calon presiden tetapi juga platform kebijakan.
Partai Gerakan Rakyat kini resmi terdaftar sebagai entitas politik baru di Indonesia dan akan melanjutkan proses verifikasi formal, sementara dinamika politik di sekitarnya terus berkembang menjelang Pemilu 2029. intelijennews.com*
Baca Juga
https://www.potretkita.net/2026/01/lebih-dari-1-juta-liter-air-bersih-bagi.html


.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar