JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan memberi ampun kepada siapa pun yang terbukti menyelewengkan dana bantuan bencana.
Penegasan ini disampaikan menyusul rangkaian bencana alam
yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan
Sumatera Barat.
Dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang digelar
pekan lalu, Prabowo menekankan situasi darurat justru menuntut tata kelola
anggaran yang bersih, transparan, dan akuntabel. Ia mengingatkan agar tidak ada
pihak yang memanfaatkan penderitaan rakyat demi kepentingan pribadi.
“Jangan ada yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya
diri,” tegas Prabowo dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).
Presiden juga menginstruksikan aparat kepolisian serta
jajaran pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan
dana dan distribusi logistik bantuan. Setiap potensi kecurangan, kata dia,
harus segera ditindak tanpa pandang bulu.
Prabowo menekankan seluruh sumber daya yang tersedia
wajib difokuskan sepenuhnya untuk pemulihan dan bantuan kepada masyarakat
terdampak bencana. “Saya tidak mau ada pihak yang mencari keuntungan di tengah
penderitaan rakyat,” ujarnya.
Sikap tegas presiden didukung oleh Menteri Pertanian Andi
Amran Sulaiman. Ia mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh jajarannya agar
tidak bermain-main dengan bantuan bencana.
Amran menegaskan akan langsung memecat bawahannya yang
terbukti melakukan korupsi atau manipulasi bantuan.
“Kalau ada yang korupsi di pertanian, saya pastikan dalam
1x24 jam saya pecat. Kalau ada yang main-main, kami laporkan ke penegak hukum
agar dihukum seberat-beratnya,” katanya.
Penegasan sikap pemerintah ini disampaikan di tengah
upaya besar penanganan bencana, termasuk pengiriman ratusan truk logistik ke
wilayah terdampak banjir di Sumatera. Selain itu, Kementerian Pertanian juga
berhasil menghimpun lebih dari Rp 75 miliar dana bantuan melalui aksi donasi
nasional.
Dengan pengawasan ketat dan komitmen penegakan hukum yang
kuat, pemerintah berharap pengelolaan dana bencana dapat berjalan transparan,
efektif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.(*)

.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar