Prabowo Tegaskan Korupsi Dana Bencana Tak Akan Diampuni - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 16 Desember 2025

Prabowo Tegaskan Korupsi Dana Bencana Tak Akan Diampuni


JAKARTA
– Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan memberi ampun kepada siapa pun yang terbukti menyelewengkan dana bantuan bencana.

 

Penegasan ini disampaikan menyusul rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 

Dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang digelar pekan lalu, Prabowo menekankan situasi darurat justru menuntut tata kelola anggaran yang bersih, transparan, dan akuntabel. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan penderitaan rakyat demi kepentingan pribadi.

 

“Jangan ada yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya diri,” tegas Prabowo dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

 

Presiden juga menginstruksikan aparat kepolisian serta jajaran pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan dana dan distribusi logistik bantuan. Setiap potensi kecurangan, kata dia, harus segera ditindak tanpa pandang bulu.

 

Prabowo menekankan seluruh sumber daya yang tersedia wajib difokuskan sepenuhnya untuk pemulihan dan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. “Saya tidak mau ada pihak yang mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat,” ujarnya.

 

Sikap tegas presiden didukung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh jajarannya agar tidak bermain-main dengan bantuan bencana. 

 

Amran menegaskan akan langsung memecat bawahannya yang terbukti melakukan korupsi atau manipulasi bantuan.

 

“Kalau ada yang korupsi di pertanian, saya pastikan dalam 1x24 jam saya pecat. Kalau ada yang main-main, kami laporkan ke penegak hukum agar dihukum seberat-beratnya,” katanya.

 

Penegasan sikap pemerintah ini disampaikan di tengah upaya besar penanganan bencana, termasuk pengiriman ratusan truk logistik ke wilayah terdampak banjir di Sumatera. Selain itu, Kementerian Pertanian juga berhasil menghimpun lebih dari Rp 75 miliar dana bantuan melalui aksi donasi nasional.

 

Dengan pengawasan ketat dan komitmen penegakan hukum yang kuat, pemerintah berharap pengelolaan dana bencana dapat berjalan transparan, efektif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here