Nusra Warga Bener Meriah, Aceh Berharap agar Jalan Diperbaiki - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 23 Desember 2025

Nusra Warga Bener Meriah, Aceh Berharap agar Jalan Diperbaiki


ACEH -BENER MERIAH –Nusra tidak meminta belas kasihan. Ia tidak menengadahkan tangan, tidak pula menunggu bantuan turun dari langit. Harapannya sederhana, nyaris memalukan untuk disebut sebagai tuntutan: jalan yang layak. Jalan agar ia bisa berjalan—bukan untuk hidup mewah, tetapi untuk bertahan hidup. Di Bener Meriah, harapan sekecil itu justru terasa terlalu besar.


Ketika negara bicara tentang pembangunan dan kemajuan, Nusra dan keluarganya berjalan kaki 20 kilometer hanya untuk membeli beras, ikan asin, dan sedikit minyak. Dua puluh kilometer bukan angka statistik; itu jarak antara kenyang dan lapar, antara bertahan dan menyerah.


Jalan yang rusak memaksa warga menjadikan kaki mereka sebagai satu-satunya kendaraan, dan punggung mereka sebagai gudang logistik. Ironisnya, Nusra bahkan tidak berhenti pada kebutuhannya sendiri—ia masih memikirkan orang tua di desanya yang tak lagi sanggup berjalan sejauh itu.


Di sini, kemiskinan bukan sekadar ketiadaan uang, tetapi hasil dari ketiadaan akses. Jalan yang rusak memutus rantai kehidupan: ekonomi terhenti, kesehatan terancam, dan martabat manusia terkikis perlahan. Ketika warga harus memilih antara membeli makanan atau menyimpan tenaga untuk perjalanan pulang, yang rusak bukan hanya infrastruktur, tetapi juga rasa keadilan.


Nusra adalah cermin yang memantulkan kegagalan kita bersama. Ia tidak meminta bantuan karena ia tahu, yang ia butuhkan bukan karung sembako sesaat, melainkan jalan yang memungkinkan hidup berlanjut. Jika harapan paling dasar saja—sebuah jalan—tak kunjung dipenuhi, maka pertanyaannya sederhana dan tajam: untuk siapa pembangunan itu sebenarnya dibangun?


Itulah Harapan Nusra, seorang warga Bener Meriah, bahkan tidak berharap bantuan. Dia hanya berharap jalan diperbaiki agar dia bisa mencari sendiri kebutuhan hidup mereka.


Warga Bener Meriah harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk membeli makanan. Salah satunya adalah Nusra dan keluarganya harus berjalan kaki 20 kilometer. Dia juga membelikan sedikit ikan asin dan minyak untuk orang tua di desanya yang tidak dapat pergi berjalan sejauh itu. (BBC News)*

Baca Juga:

https://www.potretkita.net/2025/12/milad-ke-113-muhammadiyah-di-kuningan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here