Alasan Presiden Prabowo Meninjau Jembatan Bailey Padang Mantuang: Negara Hadir di Titik Paling Rawan Korban Bencana - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 19 Desember 2025

Alasan Presiden Prabowo Meninjau Jembatan Bailey Padang Mantuang: Negara Hadir di Titik Paling Rawan Korban Bencana

PADANG PARIAMAN –Alasan Presiden Prabowo Meninjau Jembatan Bailey Padang Mantuang: Negara Hadir di Titik Paling Rawan


Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Jembatan Bailey Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman bukan sekadar agenda seremonial atau inspeksi infrastruktur biasa. Kunjungan ini mengandung pesan kuat tentang bagaimana negara seharusnya hadir di tengah krisis, terutama saat rakyat menghadapi dampak bencana alam yang memutus urat nadi kehidupan mereka.


Putusnya Jembatan Padang Mantuang akibat banjir dan longsor pada akhir November 2025 telah melumpuhkan akses vital masyarakat. Jembatan ini bukan hanya penghubung fisik antara Korong Padang Mantuang dan Nagari Kayu Tanam, tetapi juga jalur utama distribusi logistik, layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi warga. Ketika akses terputus, yang terputus bukan hanya jalan, melainkan harapan dan rasa aman masyarakat.


Dalam konteks inilah, kehadiran Presiden Prabowo memiliki makna strategis. Ia datang untuk memastikan bahwa respons negara terhadap bencana tidak berhenti pada tahap wacana, melainkan terwujud dalam tindakan nyata yang cepat dan terukur. Pembangunan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat menunjukkan pendekatan pragmatis pemerintah pusat: bertindak cepat untuk memulihkan konektivitas sebelum kerugian sosial dan ekonomi semakin membesar.


Presiden juga ingin menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Jembatan Bailey Padang Mantuang dibangun oleh TNI Angkatan Darat bersama warga setempat dalam waktu singkat. Dengan memanggil langsung perwakilan TNI dan Wali Nagari, Presiden Prabowo menampilkan pesan simbolik bahwa ketahanan bangsa tidak hanya bertumpu pada negara, tetapi juga pada kemandirian dan gotong royong masyarakat.


Alasan lain yang tidak kalah penting adalah penegasan prioritas kepemimpinan. Prabowo memilih meninjau wilayah terdampak langsung, bukan hanya menerima laporan di balik meja. Langkah ini memperlihatkan gaya kepemimpinan yang berorientasi lapangan (grounded leadership), di mana keputusan strategis diambil berdasarkan kondisi riil yang dialami rakyat.


Secara politis dan kebijakan, kunjungan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat menempatkan penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur dasar sebagai agenda utama. Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya bencana hidrometeorologi, negara dituntut lebih sigap, adaptif, dan responsif. Jembatan Bailey Padang Mantuang menjadi contoh konkret bagaimana negara harus bergerak cepat dalam situasi darurat.


Dengan meninjau langsung Jembatan Bailey Padang Mantuang, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan satu hal mendasar: tidak boleh ada wilayah yang terisolasi terlalu lama akibat bencana. Negara harus hadir lebih dulu, bekerja lebih cepat, dan berpihak kepada keselamatan serta kesejahteraan rakyat. Inilah esensi dari kunjungan tersebut—bukan sekadar melihat jembatan, tetapi memastikan kehidupan masyarakat kembali tersambung. (Humas Sumbar)* 

https://www.potretkita.net/2025/12/masih-kekurangan-sekitar-20-unit.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here