Penataan Halaman TMSBK Dimulai, Kembalikan Fungsi Ruang Publik dan Tingkatkan Kualitas Wisata - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 04 September 2026

Penataan Halaman TMSBK Dimulai, Kembalikan Fungsi Ruang Publik dan Tingkatkan Kualitas Wisata

 


BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi mulai melakukan pembenahan halaman Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). Penataan kawasan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata agar lebih tertib, aman, nyaman, dan representatif bagi masyarakat maupun wisatawan.


TMSBK memiliki sejarah panjang. Kawasan tersebut telah hadir sejak awal 1900-an dan dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda dengan nama Stormpark.


Pada 3 Juli 1929, kawasan tersebut dikembangkan menjadi kebun binatang dengan nama Fort De Kocksche Dieren Park. Nama Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) kemudian ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 1995 dan digunakan hingga saat ini.


Sepanjang perkembangannya, TMSBK telah beberapa kali mengalami pembenahan. Di antaranya pembangunan kandang harimau, kandang burung raksasa atau aviari yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, serta pembangunan zona reptil pada 2021.


Pada 2026, Pemko Bukittinggi kembali menetapkan penataan kawasan TMSBK sebagai salah satu program prioritas daerah. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Bukittinggi Nomor 188.45-133-2026 tentang Kegiatan Prioritas Daerah Tahun 2026.


Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofie Hendria, mengatakan pembenahan halaman TMSBK dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan sebagai fasilitas umum sekaligus meningkatkan dan mengoptimalkan sarana serta prasarana kawasan wisata tersebut.


Selain itu, penataan ditujukan untuk menyediakan ruang terbuka yang lebih tertata, meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, serta memperkuat daya saing pariwisata Kota Bukittinggi.


“Pembenahan mulai dilaksanakan pada 3 September 2026 dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam 100 hari,” kata Rofie, Jumat (4/9/2026).


Menurutnya, pembenahan dilakukan dengan mengganti sejumlah elemen pada halaman TMSBK. Salah satunya penggantian paving block dengan batu alam.


Penggunaan material tersebut diharapkan dapat membuat kawasan lebih nyaman dan ramah bagi seluruh pengunjung, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas.


Penataan halaman TMSBK diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga mengembalikan ruang publik agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.


Dengan pembenahan tersebut, Pemko Bukittinggi menargetkan TMSBK dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman, aman, dan berkualitas, sekaligus semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Bukittinggi.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/09/tp-pkk-agam-raih-sejumlah-prestasi-pada.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here