PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan pengembangan pertanian padi pada lahan seluas 250 hektare melalui program GraNILA JARWO (Gratis Benih Berlabel dengan Sistem Penanaman Jajar Legowo) pada 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian pangan daerah dan dirangkaikan dengan peluncuran PETANI BERDASI (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi) oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Jumat (11/9/2026).
Peluncuran dilakukan melalui apel bersama yang dilanjutkan dengan penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh.
Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna mengatakan, program GraNILA JARWO menyasar lahan Kerangka Sampel Area (KSA) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Program ini mengintegrasikan tiga bantuan utama secara terpadu, yaitu penyediaan benih unggul bersertifikat, bantuan pupuk kompos sebagai pembenah kualitas tanah, serta bantuan upah tanam untuk meringankan beban biaya tenaga kerja petani,” kata Nila.
Untuk setiap hektare lahan, pemerintah menyiapkan benih unggul bersertifikat sebanyak 25 kilogram. Varietas yang disediakan antara lain Junjuang, Cilalek, dan Batang Piaman.
Selain bantuan sarana produksi, petani juga mendapat pendampingan teknis. Dalam pelaksanaannya, petani diarahkan menyiapkan lahan dan persemaian sebelum melakukan penanaman.
Bibit yang digunakan merupakan bibit muda berumur 15–21 hari setelah semai (HSS), dengan kepadatan satu hingga dua batang per lubang tanam. Pola tanam yang diterapkan menggunakan sistem Jajar Legowo 2-1 atau 4-1.
Menurut Nila, penerapan pola tersebut ditujukan untuk mendukung sirkulasi udara, pencahayaan, serta memudahkan pemeliharaan tanaman.
Pemko Payakumbuh melakukan pengawasan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Tim Monitoring dan Evaluasi untuk memastikan pelaksanaan budi daya sesuai ketentuan teknis.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi dan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Kota Payakumbuh.*
Baca Juga
https://www.potretkita.net/2026/09/ptun-padang-tolak-gugatan-sertifikat.html


.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar