Padang Siapkan Layanan Bahasa Isyarat di Rumah Ibadah - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 27 September 2026

Padang Siapkan Layanan Bahasa Isyarat di Rumah Ibadah

 


PADANG — Pemerintah Kota Padang menyiapkan penguatan layanan bahasa isyarat di rumah-rumah ibadah sebagai bagian dari upaya mewujudkan fasilitas publik yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Dinas Sosial Kota Padang akan memberikan pelatihan bahasa isyarat kepada pengurus masjid, musala, dan rumah ibadah lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan Teman Tuli mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, termasuk menyimak khotbah salat Jumat.Hal tersebut disampaikan Fadly saat menghadiri peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 di kawasan Kota Tua Padang, Sabtu (26/9/2026) malam.


Menurut Fadly, bahasa isyarat tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga berkaitan dengan identitas budaya dan pemenuhan hak Teman Tuli. Karena itu, akses terhadap bahasa isyarat perlu diperkuat dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, hingga kegiatan keagamaan.


“Bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, tetapi bagian dari identitas budaya dan hak asasi Teman Tuli. Pemenuhan hak atas bahasa isyarat penting untuk memastikan Teman Tuli memperoleh akses yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga beribadah dan berpartisipasi di tengah masyarakat,” ujar Fadly.


Ia mengatakan, Pemko Padang terus mendorong penyediaan akses dan fasilitas publik yang ramah bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, terwujudnya kota yang inklusif membutuhkan keterlibatan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat.


“Upaya mewujudkan kota inklusif bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Fadly mengapresiasi Yayasan Rumah Inklusi Padang dan berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam penguatan inklusi di Kota Padang.


Ketua Yayasan Rumah Inklusi Padang, Danil Kurniawan, mengatakan peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 mengangkat tema “Mendeklarasikan Hak Asasi Manusia Bagi Teman Tuli”.


Menurut Danil, bahasa isyarat merupakan bagian dari identitas budaya sekaligus pemenuhan hak asasi Teman Tuli. Yayasan Rumah Inklusi Padang juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemko Padang dan Polda Sumbar.


Ia menyebut, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Kapolda Sumbar terkait rencana pemberian Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi Teman Tuli. Menurutnya, rencana tersebut mendapat respons positif.


Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sumbar Kombes Pol dr Cornelius Bambang Widhiatmoko mengatakan, kepolisian juga berupaya memperkuat pelayanan bagi penyandang disabilitas.


Salah satunya dengan menghadirkan juru bahasa isyarat dalam berbagai kegiatan yang melibatkan penyandang disabilitas. Polda Sumbar juga berupaya menghadirkan pengajar bahasa isyarat untuk membantu komunikasi antara Teman Tuli dan petugas kepolisian.


“Setiap ada event atau kegiatan, kami mengupayakan adanya juru bahasa isyarat untuk menerjemahkan apa yang disampaikan pimpinan. Kami juga berupaya menghadirkan pengajar bahasa isyarat agar mempermudah rekan-rekan Teman Tuli ketika berkomunikasi dengan petugas kepolisian,” ujarnya.


Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Anggota DPRD Sumbar Sri Kumala Dewi, perwakilan pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/09/bukittinggi-peduli-wako-bantu-korban.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here