Padang Panjang — Suasana pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang periode 2026–2029 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Senin (24/8/2026), turut diwarnai lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Ayat suci Al-Qur’an dibacakan Ustadz Doni Rinaldo, ulama sekaligus guru di Pondok Pesantren Daarul Muwahhidiin Sumbar. Ia mendapat kesempatan membaca Al-Qur’an setelah diminta oleh sahabatnya, Hamid Bin Charles dari Berita Merdeka Sumbar.
Dalam pembacaannya, Ustadz Doni Rinaldo membawakan sejumlah lagu dalam seni tilawah Al-Qur’an, di antaranya Bayyati, Nahawand, dan Rasy, yang membuat suasana acara pelantikan semakin khidmat.
Namun, di balik lantunan ayat tersebut, Ustadz Doni menyampaikan sebuah refleksi sederhana tentang perjalanan waktu dan usia.
Ia mengenang masa ketika dirinya masih memiliki kemampuan napas panjang untuk membaca ayat-ayat yang panjang sekaligus mencapai nada tinggi. Kini, seiring bertambahnya usia, kemampuan tersebut mulai mengalami perubahan.
“Nafas yang dulu panjang, ternyata usia tidak bisa berbohong. Tidak mampu lagi satu napas untuk ayat yang panjang dan nada tinggi.”»
Meski demikian, menurutnya, perjalanan waktu juga menyimpan hikmah tersendiri. Ilmu yang pernah dipelajari pada masa lalu ternyata tetap memberikan manfaat hingga hari ini.
“Tapi, itulah rahasia waktu. Dan untungnya ilmu yang dulu saya pelajari masih bermanfaat sampai hari ini.”»
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa ilmu yang dipelajari dengan sungguh-sungguh tidak akan pernah benar-benar hilang. Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan berbagai lagu tilawah yang pernah dipelajari Ustadz Doni masih dapat ia amalkan dan bagikan kepada orang lain, meskipun kondisi fisik tidak lagi sama seperti dahulu.
Sementara itu, pelantikan PWI Kota Padang Panjang periode 2026–2029 dipimpin Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies. Supriyanto atau Bento dipercaya memimpin PWI Padang Panjang bersama Isril Naidi sebagai sekretaris dan Rahmad sebagai bendahara.
Kehadiran lantunan Al-Qur’an dalam rangkaian pelantikan tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu, pengalaman, dan pengabdian dapat terus memberi manfaat, bahkan ketika usia perlahan membatasi kemampuan fisik.
Bagi Ustadz Doni Rinaldo, mungkin napas tidak lagi sepanjang dahulu. Namun, ilmu yang pernah dipelajari tetap menjadi bekal yang dapat diamalkan dan diwariskan hingga hari ini.(*)
Baca Juga
https://www.potretkita.net/2026/08/peringatan-maulid-nabi-di-padang.html


.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar