JAKARTA – Telur selama ini dikenal sebagai salah satu sumber pangan yang kaya nutrisi. Selain menyediakan protein berkualitas tinggi, telur mengandung berbagai vitamin, mineral, lemak sehat, serta sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Menariknya, sebuah penelitian terbaru menemukan adanya hubungan antara kebiasaan mengonsumsi telur dan risiko penyakit Alzheimer pada kelompok orang lanjut usia.
Studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition edisi April 2026 itu berjudul “Egg Intake and the Incidence of Alzheimer's Disease in the Adventist Health Study-2 Cohort Linked with Medicare Data”.
Penelitian tersebut melibatkan sekitar 40.000 peserta dari kelompok Adventist Health Study-2 yang dipantau selama rata-rata 15,3 tahun. Pada awal penelitian, para peserta diketahui tidak memiliki riwayat Alzheimer maupun gangguan memori serius.
Makan Lima Telur Seminggu
Dalam analisisnya, peneliti menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi setidaknya satu butir telur per hari selama lima hari atau lebih dalam sepekan memiliki risiko terdiagnosis Alzheimer sekitar 27 persen lebih rendah dibandingkan peserta yang tidak pernah mengonsumsi telur.
“Dibandingkan dengan tidak pernah makan telur, makan setidaknya lima butir telur per minggu dapat menurunkan risiko Alzheimer,” kata Joan Sabaté, MD, DrPH, profesor di Loma Linda University School of Public Health sekaligus pemimpin penelitian.
Hubungan tersebut juga terlihat pada peserta yang mengonsumsi telur dalam jumlah lebih sedikit.
Mereka yang mengonsumsi telur satu hingga tiga kali dalam sebulan dikaitkan dengan risiko Alzheimer sekitar 17 persen lebih rendah. Sementara kelompok yang mengonsumsi telur dua hingga empat kali dalam seminggu memiliki risiko sekitar 20 persen lebih rendah.
Dalam penelitian tersebut, asupan telur mencakup telur yang dikonsumsi secara langsung, baik digoreng, direbus maupun dibuat orak-arik. Peneliti juga memperhitungkan telur yang terdapat dalam berbagai makanan lain, seperti kue panggang dan produk makanan kemasan.
Telur Mengandung Nutrisi Penting untuk Otak
Menurut Sabaté, salah satu alasan telur menarik perhatian dalam kaitannya dengan kesehatan otak adalah kandungan sejumlah zat gizi yang berperan dalam fungsi sistem saraf.
Salah satunya adalah kolin. Nutrisi ini digunakan tubuh untuk memproduksi senyawa seperti asetilkolin dan fosfatidilkolin yang berperan dalam proses memori serta komunikasi antarsel otak.
Telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis karotenoid yang telah dikaitkan dengan fungsi kognitif dan perlindungan terhadap stres oksidatif.
Selain itu, kuning telur mengandung fosfolipid dan sejumlah asam lemak, termasuk omega-3, yang turut berperan dalam mendukung struktur serta fungsi sel tubuh.
Bukan Berarti Telur Mencegah Alzheimer
Meski hasil penelitian tersebut cukup menarik, temuan ini tidak berarti bahwa mengonsumsi lima telur per minggu secara otomatis dapat mencegah seseorang terkena Alzheimer.
Penelitian tersebut menunjukkan hubungan atau asosiasi antara konsumsi telur dan risiko Alzheimer, bukan membuktikan bahwa telur secara langsung menyebabkan penurunan risiko penyakit tersebut.
Selain itu, peserta penelitian merupakan bagian dari kelompok Advent Hari Ketujuh yang secara umum memiliki pola makan relatif tinggi makanan nabati, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah dan sayuran.
Karena itu, hasil penelitian perlu dipahami dalam konteks pola makan dan karakteristik peserta penelitian secara keseluruhan.
Meski demikian, telur tetap dapat menjadi salah satu sumber protein dan zat gizi yang dimasukkan ke dalam pola makan seimbang. Untuk menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia, pola makan sehat perlu disertai kebiasaan hidup lainnya, seperti rutin beraktivitas fisik, tidur yang cukup, serta menjaga faktor risiko penyakit kronis.*
Baca Juga
https://www.potretkita.net/2026/08/611-taekwondoin-padang-ikuti-ukt-geup-2.html


.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar