Penembakan di Sekolah Thailand Tewaskan Enam Orang, Pelaku Diduga Siswa - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 07 Agustus 2026

Penembakan di Sekolah Thailand Tewaskan Enam Orang, Pelaku Diduga Siswa

 


BANGKOKSedikitnya enam orang tewas dalam penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (7/8/2026). Terduga pelaku yang disebut merupakan seorang siswa juga tewas setelah menembak dirinya sendiri.


Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Letkol Trirong Phophan, mengatakan sebanyak 23 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Polisi sebelumnya sempat melaporkan tujuh orang tewas, tetapi kemudian merevisi jumlah korban menjadi enam orang.


Penembakan terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, yang berada di Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, wilayah pinggiran barat laut Bangkok. Setelah suara tembakan terdengar, para siswa berhamburan keluar dari gedung sekolah. Sejumlah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans.


Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong mengatakan guru dan siswa termasuk di antara korban meninggal dunia. Polisi juga memastikan terduga pelaku merupakan siswa di sekolah tersebut.


Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyebut insiden tersebut sebagai kejadian yang sangat mengerikan.


"Ini adalah kejadian yang sangat mengerikan. Seharusnya ini tidak pernah terjadi. Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi di negara kita?" ujar Anutin kepada wartawan di Government House, Bangkok.


Diduga Tembak Kakek dan Nenek Sebelum ke Sekolah

Polisi mengungkapkan bahwa sebelum melakukan penembakan di sekolah, pelaku diduga menembak dan membunuh kakek serta neneknya di rumah mereka.


Wakil Menteri Dalam Negeri Polapee Suwunchwees mengatakan terduga pelaku menggunakan pistol. Pemerintah kini menyelidiki bagaimana siswa tersebut dapat memperoleh senjata api.


Polisi menyebut pelaku melepaskan sebanyak 26 tembakan. Sebanyak 34 butir amunisi lainnya ditemukan di lokasi kejadian.


Foto yang beredar dari kepolisian Thailand memperlihatkan terduga pelaku mengenakan seragam sekolah berwarna ungu dan membawa tas selempang hitam. Sejumlah selongsong peluru juga terlihat berserakan di lokasi.


Siswa Berhamburan Saat Penembakan

Seorang siswa berusia 18 tahun mengatakan kepada Reuters bahwa dirinya sempat mengira suara yang terdengar merupakan suara petasan atau benda yang dipukul.


"Awalnya saya tidak mengira itu suara tembakan. Terdengar banyak tembakan: dor, dor, dor. Kemudian hening. Lalu terdengar lagi," katanya.


Petugas layanan darurat Kiatikhun Verapongpradith, 47, mengatakan timnya tiba ketika situasi penembakan masih berlangsung. Petugas kemudian menangani sejumlah siswa yang mengalami luka di bagian punggung, dada, dan lengan.


Di lantai atas sekolah, petugas menemukan seorang guru laki-laki dalam kondisi meninggal dunia. Di ruangan lain, seorang guru perempuan ditemukan mengalami luka pada bagian dada dan lengan.


Petugas sempat melakukan CPR selama sekitar 30 menit sebelum membawa guru tersebut ke rumah sakit.


Orang Tua Berbondong-bondong Menjemput Anak

Pasca-penembakan, lalu lintas di sekitar sekolah dilaporkan hampir lumpuh. Para orang tua berdatangan untuk menjemput anak-anak mereka setelah pihak sekolah melakukan evakuasi.


Pada tahun ajaran 2025, Sekolah Debsirin Nonthaburi tercatat memiliki sekitar 3.100 siswa dan 147 guru. Wakil Menteri Pendidikan Akkharanan Kannakittinan mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada para korban dan pihak sekolah.


Insiden tersebut menjadi penembakan di lingkungan sekolah kedua yang terjadi di Thailand sepanjang 2026. Sebelumnya, pada Februari, penembakan di sebuah sekolah di wilayah selatan Thailand menewaskan seorang guru dan melukai siswa.


Thailand sendiri memiliki tingkat kepemilikan senjata api yang tinggi di kawasan Asia Tenggara. Diperkirakan terdapat sekitar 10 juta senjata api yang beredar di negara tersebut, atau setara dengan sekitar satu senjata untuk setiap tujuh penduduk.


Sejumlah upaya untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api telah dilakukan, tetapi kasus penembakan masih berulang.


Pada 2022, Thailand juga diguncang salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Seorang mantan polisi menyerang sebuah pusat penitipan anak di wilayah utara dengan menggunakan pistol dan pisau. Serangan itu menewaskan puluhan anak dan orang dewasa.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here