Kabut Asap di Dharmasraya Picu 148 Kasus ISPA, Pulau Punjung Tertinggi - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 27 Agustus 2026

Kabut Asap di Dharmasraya Picu 148 Kasus ISPA, Pulau Punjung Tertinggi

 


DHARMASRAYAKabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Dharmasraya dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Hingga 26 Agustus 2026, Dinas Kesehatan Dharmasraya mencatat 148 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).


Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Yosta Devina mengatakan, meski terjadi peningkatan kasus, kenaikannya belum tergolong signifikan. Namun, kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat tetap menjadi perhatian karena paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.


“Berdasarkan laporan update harian kasus ISPA pada Rabu (26/8), per tanggal 26 tercatat jumlah kasus ISPA sebanyak 148 orang,” ujar Yosta.


Dari total tersebut, kasus ISPA terjadi pada berbagai kelompok usia. Sebanyak 36 kasus ditemukan pada balita, 20 kasus pada anak usia 5–9 tahun, dan 15 kasus pada kelompok usia 10–18 tahun.


Sementara itu, kelompok usia 19–59 tahun menjadi kelompok dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 68 kasus. Adapun warga berusia 60 tahun tercatat sebanyak sembilan kasus.


Pulau Punjung Catat Kasus Tertinggi

Dari sejumlah kecamatan di Dharmasraya, Pulau Punjung tercatat sebagai wilayah dengan kasus ISPA tertinggi. Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 48 kasus ISPA ditemukan di kecamatan tersebut.


Yosta mengatakan, kondisi kualitas udara akibat paparan kabut asap menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan. Udara yang tercemar asap dapat memperburuk gangguan saluran pernapasan, terutama pada masyarakat yang memiliki faktor risiko tertentu.


Selain ISPA, paparan udara yang tidak sehat juga dapat menimbulkan sejumlah keluhan kesehatan, seperti iritasi mata berupa mata merah, perih dan berair, serta iritasi pada hidung dan tenggorokan.


Keluhan lainnya dapat berupa batuk, sesak napas hingga kesulitan bernapas. Risiko tersebut lebih tinggi pada kelompok masyarakat rentan, seperti bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, penderita asma atau gangguan pernapasan, penderita penyakit jantung, serta masyarakat dengan penyakit kronis lainnya.


Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan Ditingkatkan

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Dharmasraya meningkatkan pemantauan terhadap kelompok rentan yang berpotensi mengalami dampak lebih berat akibat memburuknya kualitas udara.


Kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, juga diperkuat. Fasilitas kesehatan diminta memantau perkembangan kunjungan pasien, terutama mereka yang mengalami gangguan kesehatan berkaitan dengan pencemaran udara.


Dinas Kesehatan turut menyiapkan obat-obatan dan peralatan kesehatan yang diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan gangguan pernapasan.


Yosta mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara belum membaik.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang tetapi waspada, kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker, dan lindungi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru, jantung, dan asma,” ujarnya.


Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan dan tidak menunggu hingga kondisi menjadi berat.


Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas juga terus memantau kondisi kesehatan masyarakat serta mengambil langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi.


Selain pemantauan di fasilitas kesehatan, komunikasi risiko kepada masyarakat terus dilakukan. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, serta segera mencari pertolongan medis ketika muncul keluhan menjadi langkah yang ditekankan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/08/payakumbuh-jadi-pilot-pengembangan.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here