Haru Bercampur Bangga, Masa Uzlah 40 Hari Siswa MAN IC Padangpariaman Berakhir - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 22 Agustus 2026

Haru Bercampur Bangga, Masa Uzlah 40 Hari Siswa MAN IC Padangpariaman Berakhir

 


PADANGPARIAMANSuasana haru menyelimuti penutupan masa uzlah selama 40 hari bagi siswa kelas X Generasi ke-11 MAN Insan Cendekia (IC) Padangpariaman. Kerinduan para siswa kepada orang tua akhirnya terluapkan dalam prosesi sungkeman yang berlangsung di Aula MAN IC Padangpariaman.


Masa uzlah merupakan salah satu tradisi orientasi khas MAN IC Padangpariaman. Selama 40 hari, para siswa menjalani kehidupan di asrama dengan pembatasan komunikasi langsung dengan orang tua.


Selama masa tersebut, siswa ditempa untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, sekaligus solidaritas antarsiswa.


Penutupan masa uzlah sekaligus menjadi momen pengukuhan siswa Generasi ke-11 sebagai bagian resmi dari keluarga besar MAN IC Padangpariaman. Prosesi berlangsung penuh haru, terutama ketika siswa dipertemukan kembali dengan orang tua mereka.


Kepala MAN IC Padangpariaman, Hendrisakti Hoktovianus, mengatakan masa 40 hari tersebut bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa.


“Empat puluh hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang anak-anak kita. Mereka telah belajar mandiri dan hidup bersama. Perjalanan ini adalah ikhtiar bersama antara madrasah dan orang tua,” ujarnya.


Menurutnya, berakhirnya masa uzlah menjadi awal bagi para siswa untuk menjalani perjalanan pendidikan selama tiga tahun ke depan. Selain dituntut meraih prestasi akademik, mereka juga diharapkan memiliki karakter kuat dan mampu menunjukkan bakti kepada orang tua.


Padukan Sains dan Nilai Keislaman

Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Padangpariaman, H Edy Oktafiandy, menilai model pendidikan di MAN IC memiliki keunggulan karena memadukan kemampuan akademik dengan nilai-nilai spiritual.


“Pembelajaran di MAN IC ini mengintegrasikan ilmu sains dengan Al-Qur’an. Lingkungan ini memberi ruang ideal bagi anak untuk unggul secara akademik sekaligus kuat secara keislaman,” katanya.


Sementara itu, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Tan Gusli, menekankan pentingnya sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mendidik siswa.


Menurutnya, keberhasilan MAN IC tidak hanya dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraih para siswa, tetapi juga dari keberhasilan membentuk mental, karakter, dan akhlak mereka.


Sungkeman Jadi Puncak Haru

Suasana semakin emosional ketika prosesi sungkeman digelar. Diiringi lantunan puisi, para siswa bersimpuh di hadapan ayah dan ibu masing-masing.


Tangis haru pecah ketika siswa dan orang tua akhirnya saling berpelukan setelah 40 hari menjalani masa uzlah dengan komunikasi yang terbatas.


“Saat anak-anak sungkem kepada orang tuanya diiringi puisi syahdu, ini sangat luar biasa dan menyentuh hati,” ujar salah seorang pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Perwakilan orang tua siswa, Firdaus, mengatakan prosesi tersebut memberikan pesan spiritual yang mendalam bagi siswa maupun orang tua.


“Acara ini menegaskan kepada anak bahwa rida orang tua adalah rida Allah. Bagi kami orang tua, ini pengingat bahwa peran kami bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi, tetapi memberi doa, motivasi, dan teladan,” tuturnya.


Berakhirnya masa uzlah kini menandai dimulainya perjalanan baru bagi Generasi ke-11 MAN IC Padangpariaman. Selama tiga tahun mendatang, para siswa diharapkan tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga semakin matang dalam karakter, akhlak, kemandirian, dan tanggung jawab.*


Baca Juga 

https://www.potretkita.net/2026/08/gunung-anak-krakatau-erupsi-kolom-abu.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here