BRIN Kembangkan Kemenyan Jadi Bahan Parfum Premium, Ubah Persepsi dari Mistis ke Bernilai Ekonomi - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 01 Agustus 2026

BRIN Kembangkan Kemenyan Jadi Bahan Parfum Premium, Ubah Persepsi dari Mistis ke Bernilai Ekonomi



JAKARTABadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pemanfaatan kemenyan sebagai bahan baku minyak asiri berkualitas tinggi untuk industri parfum premium. Inovasi tersebut diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat yang selama ini mengaitkan kemenyan dengan hal-hal mistis menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.


Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Aswandi, mengatakan minyak asiri yang dihasilkan dari ekstraksi getah kemenyan memiliki karakter aroma bertipe amber yang tegas, elegan, dan berbeda jauh dengan aroma kemenyan mentah yang biasa dibakar dalam berbagai ritual.


Menurutnya, kesan menyeramkan yang selama ini melekat pada kemenyan lebih banyak dipengaruhi oleh cara penggunaannya dalam tradisi tertentu, bukan oleh karakter alami tanaman tersebut.


"Bahkan ketika berada langsung di hutan kemenyan, tidak ada aroma yang menakutkan. Aroma khas yang muncul justru berbeda dengan kemenyan yang dibakar," ujar Aswandi dalam siniar BRIN yang dikutip di Jakarta, Jumat (31/7/2026).


Untuk menghasilkan parfum dengan aroma yang lebih kompleks, BRIN memanfaatkan minyak kemenyan sebagai base note yang dipadukan dengan minyak asiri khas Indonesia lainnya, seperti nilam (patchouli), bunga kenanga, melati, serta ekstrak jeruk.


Perpaduan tersebut menghasilkan komposisi wewangian yang dinilai mampu bersaing dengan produk parfum premium di pasar internasional.


Aswandi menjelaskan, kemenyan Indonesia memiliki kandungan fitokimia yang khas, antara lain cinnamein, benzyl benzoate, dan vanillin, yang tidak ditemukan dalam komposisi serupa pada beberapa spesies kemenyan dari negara lain. Keunggulan ini dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengembangkan industri parfum berbasis sumber daya lokal.


Meski memiliki potensi besar, Indonesia hingga kini masih lebih banyak mengekspor resin kemenyan dalam bentuk bahan mentah. Setiap tahun, sekitar 5.000 hingga 6.000 ton resin kemenyan dikirim ke sekitar 60 negara, kemudian diolah menjadi parfum, kosmetik, dan produk perawatan tubuh bernilai tinggi sebelum dipasarkan kembali, termasuk ke Indonesia.


Selain dimanfaatkan sebagai bahan parfum, minyak asiri kemenyan juga berpotensi digunakan sebagai produk aromaterapi. Menurut Aswandi, formulasi yang tepat dapat memberikan efek relaksasi, membantu meningkatkan konsentrasi, serta berpotensi dimanfaatkan dalam produk perawatan kulit.


Untuk mendorong hilirisasi hasil riset, BRIN membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pemanfaatan teknologi pemurnian serta paten yang telah dikembangkan, masyarakat didorong memproduksi parfum dan produk aromaterapi berbasis bahan baku lokal seperti kemenyan, nilam, dan serai wangi.


BRIN berharap langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia di pasar global.*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here