Lebaran yang Berbeda, Cinta yang Tetap Sama - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 27 Maret 2026

Lebaran yang Berbeda, Cinta yang Tetap Sama







PADANG PANJANG --- Ini pertama kalinya kami berlebaran tanpa anak gadis kami, Nayla Zikriyah alumni MTsN Kota Padang Panjang—yang akrab kami panggil Nana.


“Berat…” begitu keluh Ibu Derliana, Direktur Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Memang benar, bukan hanya bagi kami, tapi juga bagi Nana di sana. Lebaran kali ini terasa ada yang kurang—satu anggota keluarga kecil kami tidak berada di rumah.


“Bahkan kemarin, sehari sebelum Idul Fitri, dan hari ini pun… Nana tetap kuliah sampai pukul 15.00, Ma,” ceritanya. Malam sebelumnya pun, ia sibuk menyelesaikan tugas untuk presentasi hari ini.


Di tengah keterbatasan kata, hanya satu kalimat yang bisa terucap, “Tetap semangat, Nak…”


Begitulah perjuangan anak kami yang kini menimba ilmu di Vietnam. Jauh dari rumah, jauh dari suasana Lebaran, dan tanpa libur untuk sekadar merayakan Idul Fitri.


“Biarlah Lebaran ini berbeda, Nak. Kita jalani saja,” kataku dalam hati, mencoba menguatkan diri.


Dr. Derliana, M.A merupakan sosok pendidik yang dikenal luas atas dedikasinya dalam dunia pendidikan Islam di Sumatera Barat. Ia saat ini menjabat sebagai Mudir (Direktur) Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang.


Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang salah satu pesantren bersejarah yang terus berkembang dan berperan penting dalam mencetak generasi berakhlak dan berilmu. Kepemimpinannya menjadi salah satu motor penggerak kemajuan lembaga tersebut.


Dalam perannya sebagai pimpinan pesantren, Dr. Derliana tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan aktif sebagai pembina dan pengarah pendidikan. Ia memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter santri yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.


Hal ini menjadikan pesantren yang dipimpinnya terus diminati masyarakat.



Dr. Derliana kembali dipercaya memimpin Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang untuk periode 2023–2027. Kepercayaan ini menjadi bukti atas kinerja dan komitmennya dalam mengembangkan lembaga pendidikan tersebut. Ia membawa visi besar untuk menjadikan pesantren lebih unggul, modern, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.



Di bawah kepemimpinannya, berbagai upaya pembenahan terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sistem pembinaan santri, hingga pengembangan sarana dan prasarana. Ia juga menargetkan peningkatan jumlah santri sebagai bagian dari strategi penguatan eksistensi pesantren di masa depan.



Komitmen Dr. Derliana terhadap dunia pendidikan diperkuat oleh latar belakang akademiknya. Ia berhasil meraih gelar doktor (S3) di bidang Pendidikan Agama Islam dari UIN Imam Bonjol Padang pada tahun 2021. Disertasinya membahas pengembangan pembelajaran fikih berbasis pesantren, yang menjadi salah satu kontribusinya dalam pengembangan sistem pendidikan Islam yang adaptif.



Selain aktif di dunia akademik, Dr. Derliana juga merupakan kader Muhammadiyah yang telah ditempa sejak muda melalui organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Pengalaman organisasi ini membentuk karakter kepemimpinannya yang progresif, disiplin, serta berorientasi pada pembinaan generasi muda.


Dalam kiprahnya, ia juga aktif membangun kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia meyakini bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memperluas wawasan dan peluang bagi para santri.


Di balik kesibukannya sebagai pimpinan pesantren, Dr. Derliana adalah seorang ibu yang penuh kasih. Ia memiliki seorang anak bernama Nayla Zikriyah yang saat ini sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Perannya sebagai ibu memberikan warna tersendiri dalam kehidupannya sebagai pendidik.


Pengalaman pribadi saat harus merayakan Idul Fitri tanpa kehadiran anaknya menjadi salah satu momen yang menguatkan sisi kemanusiaannya. Ia merasakan langsung bagaimana beratnya melepas anak untuk menuntut ilmu jauh dari rumah, sekaligus memahami perjuangan yang harus dijalani demi masa depan.


Bagi Dr. Derliana, menjadi pendidik dan menjadi ibu adalah dua peran yang saling melengkapi. Ia percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang keteguhan, keikhlasan, dan cinta. Dengan keyakinan itu, ia terus melangkah, mengabdi untuk pendidikan dan membentuk generasi masa depan yang lebih baik . Sukses selalu, Umi.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here