- PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 24 Maret 2026


Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta para tokoh agama untuk menghindari ujaran atau pernyataan menyangkut beda waktu penetapan Idulfitri 1447 H yang bisa memperkeruh suasana.


"Para tokoh agama hindarilah ujaran-ujaran, pernyataan-pernyataan yang justru menimbulkan suasana yang tidak baik di masyarakat," kata Haedar usai melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di UMY, Bantul, DIY, Jumat (20/3).


Haedar meyakini bangsa Indonesia mampu bersikap paling dewasa di tengah situasi atau urusan perbedaan macam ini.


Oleh karena itu pula Haedar berharap kepada siapa saja agar tak perlu mencari-cari argumen apa pun sebagai pembenaran diri dan memvonis pihak lain terkait beda waktu lebaran ini.


"Tidak perlu kita centang, mempertajam perbedaan. Pertama, karena kita sudah biasa berbeda. Yang kedua, tidak perlu mencari argumen apapun untuk membenarkan diri lalu memvonis pihak lain yang berbeda, baik yang orientasinya kewargaan maupun orientasinya kepemerintahan," harapnya.


Lebih lanjut, Haedar berharap umat muslim untuk lebih memprioritaskan kekhusyukan pelaksanaan ibadah demi meningkatkan kualitas diri.


"Jalani Idulfitri, baik yang tanggal 20 Maret maupun yang tanggal 21, bahkan ada yang kemarin, untuk lebih khusyuk dalam beribadah dan menimbulkan kesalehan jiwa dan pikiran, sehingga kita tidak digoda oleh hasrat-hasrat perbedaan yang menajamkan keretakan dan luruhnya ukhuwah," ucap Haedar.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here