Makna dan Penggunaan Kata "كان" (kāna) - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 02 Februari 2026

Makna dan Penggunaan Kata "كان" (kāna)



PADANG PANJANG Kata "كان" (kāna) adalah salah satu elemen terpenting dalam tata bahasa Arab. Ia adalah kata kerja bentuk lampau (fi'il māḍī) yang dapat diterjemahkan secara harfiah sebagai "dia (laki-laki) adalah/telah ada" di masa lampau.


"كان" memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai kata kerja kurang (nāqiṣah) dan sebagai kata kerja sempurna (tāmmah).


1. Kāna an-Nāqiṣah (Kata Kerja Kurang / Kopula)

Ini adalah fungsi yang paling umum. "كان" disebut nāqiṣah (kurang) karena tidak memiliki makna kejadian yang jelas, melainkan hanya berfungsi untuk memberikan keterangan waktu (past tense) pada sebuah sifat atau kondisi.


Aturan Tata Bahasa:

 * "كان" masuk ke dalam kalimat nominal (yang terdiri dari subjek/mubtada' dan predikat/khabar).

 * Ia akan merafa'kan (mengangkat) subjek (menjadi Isim Kāna).

 * Ia akan menanṣabkan (menurunkan) predikat (menjadi Khabar Kāna).


Contoh:

 * Kalimat asal: اَلْوَلَدُ مَرِيْضٌ (Anak laki-laki itu sakit).

 * Setelah dimasuki Kāna: كَانَ الْوَلَدُ مَرِيْضًا (Anak laki-laki itu dahulu sakit).


Konjugasi (Perubahan Bentuk):

Karena ia adalah kata kerja, kāna dapat diubah sesuai subjek (orang pertama, kedua, ketiga) dan waktu:

 * Bentuk Lampau: كَانَ (dia), كُنْتَ (kamu laki-laki), كُنْتُ (saya).

 * Bentuk Sekarang/Akan Datang: يَكُونُ (dia laki-laki), تَكُونُ (dia perempuan/kamu laki-laki).

 * Bentuk Perintah: كُنْ (jadilah!).


2. Kāna at-Tāmmah (Kata Kerja Sempurna)

Dalam beberapa konteks, kāna berfungsi sebagai kata kerja yang utuh (tāmmah). Dalam fungsi ini, ia memiliki makna kejadian yang jelas dan hanya membutuhkan pelaku (fā'il), tidak lagi membutuhkan khabar yang dinashabkan.


Makna Utama:

 * Terjadi, ada, atau terwujud.

Contoh:

 * نَزَلَ الْمَطَرُ حَيْثُ كَانَ الظَّلاَمُ.

   (Hujan turun di tempat kegelapan ada/terjadi).

   (Di sini, الظَّلاَمُ adalah Fā'il, bukan Isim Kāna.)


Makna Kontekstual Lain

Dalam Al-Qur'an dan Hadits, kāna sering memberikan makna tambahan:

 * Kontinuitas (Kebiasaan): Menunjukkan bahwa suatu sifat atau perbuatan dilakukan secara terus-menerus atau merupakan kebiasaan di masa lampau. Contohnya ketika digunakan bersama kata kerja muḍāri' (present tense).

 * Perubahan (Menjadi): Terkadang memiliki makna صَارَ (ṣāra) yang berarti "menjadi."

   * Contoh: فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ (Maka menjadilah dia termasuk orang-orang yang ditenggelamkan). Yola*


Baca Juga

https://www.potretkita.net/2026/02/kepala-kantor-tinjau-tanah-lokasi-sbsn.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here