SINGAPURA --- Perkenalkan, nama saya Muaddyatul Khaira Petris. Saya ingin menceritakan pengalaman saya saat berkunjung ke Singapura, sebuah negara kecil yang sangat maju di kawasan Asia Tenggara. Perjalanan ini saya lakukan bersama keluarga sebagai bagian dari liburan sekaligus untuk menambah wawasan tentang negara lain.
Saya merasa perjalanan ini sangat berkesan karena memberikan pengalaman baru yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Selain menikmati wisata, saya juga belajar banyak hal tentang sejarah, budaya, transportasi, serta kuliner khas Singapura.
Singapura merupakan negara yang memiliki sejarah panjang meskipun wilayahnya tidak terlalu luas.
Dahulu tempat ini dikenal dengan nama Temasek yang berarti kota laut dan sudah menjadi pusat perdagangan sejak lama. Nama Singapura berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Kota Singa, meskipun sebenarnya tidak ada singa asli di wilayah tersebut.
Pada tahun 1819 Sir Stamford Raffles menjadikan Singapura sebagai pelabuhan perdagangan Inggris yang kemudian berkembang pesat. Setelah melalui masa penjajahan Inggris, pendudukan Jepang, serta penggabungan singkat dengan Malaysia, Singapura akhirnya merdeka pada tahun 1965.
Sejak merdeka, Singapura berkembang sangat cepat menjadi negara maju dengan ekonomi yang kuat dan teknologi modern. Pemerintahnya sangat menekankan disiplin, kebersihan, pendidikan, dan inovasi sehingga masyarakatnya terbiasa hidup tertib.
Kota-kotanya dirancang rapi dengan banyak ruang hijau serta fasilitas publik yang nyaman. Hal tersebut membuat Singapura sering dijadikan contoh keberhasilan pembangunan di Asia. Saya merasa kagum melihat bagaimana negara kecil bisa berkembang menjadi pusat bisnis dan wisata dunia.
Saat pertama tiba di Bandara Changi, saya langsung merasakan suasana modern dan nyaman. Bandara tersebut sangat bersih, tertata rapi, serta memiliki fasilitas lengkap seperti taman indoor, area belanja, dan tempat makan. Salah satu hal paling menarik adalah Rain Vortex di Jewel Changi Airport yang merupakan air terjun indoor terbesar di dunia. Banyak wisatawan berhenti untuk berfoto karena pemandangannya sangat indah. Dari bandara saja saya sudah mendapat kesan positif tentang Singapura.
Perjalanan dari bandara menuju pusat kota sangat mudah karena transportasinya modern. Saya menggunakan MRT yang terkenal cepat, nyaman, dan tepat waktu. Petunjuk arah jelas sehingga wisatawan asing pun mudah memahami rutenya. Keretanya bersih dan tidak terlalu bising sehingga perjalanan terasa nyaman. Saya melihat banyak orang mematuhi aturan seperti tidak makan dan minum di dalam MRT.
Selain MRT, Singapura juga memiliki bus umum yang nyaman dan terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya. Busnya ber-AC, bersih, dan memiliki rute yang menjangkau hampir seluruh wilayah kota. Pembayaran bisa menggunakan kartu elektronik sehingga praktis tanpa uang tunai. Saya juga melihat banyak orang menggunakan taksi atau transportasi online karena tarifnya relatif terjangkau. Sistem transportasi yang baik membuat wisatawan mudah menjelajahi berbagai tempat.
Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Merlion Park yang sangat terkenal. Di sana terdapat patung Merlion yang berkepala singa dan berbadan ikan sebagai simbol Singapura. Lokasinya berada di tepi Marina Bay sehingga pemandangan laut dan gedung pencakar langit terlihat jelas. Banyak wisatawan berfoto di depan patung tersebut karena menjadi ikon nasional. Saya juga ikut berfoto sebagai kenang-kenangan perjalanan.
Setelah itu saya mengunjungi kawasan Marina Bay Sands yang sangat terkenal. Bangunan hotelnya unik karena memiliki bentuk seperti kapal di atas tiga menara tinggi. Di sekitar area tersebut terdapat pusat perbelanjaan, restoran mewah, dan museum ArtScience. Pada malam hari ada pertunjukan lampu Spectra Light Show yang sangat indah. Saya merasa takjub melihat perpaduan teknologi, seni, dan arsitektur modern di sana.
Kunjungan berikutnya adalah Gardens by the Bay yang merupakan taman futuristik. Di sana terdapat Supertree Grove yaitu pohon buatan raksasa yang dihiasi lampu warna-warni. Saat malam hari lampu-lampunya menyala dan menciptakan suasana yang sangat menawan. Saya juga masuk ke Flower Dome yang berisi berbagai tanaman dari berbagai negara. Selain itu Cloud Forest memiliki air terjun indoor tinggi yang membuat suasana terasa sejuk.
Saya juga berkunjung ke Sentosa Island yang merupakan pulau wisata populer di Singapura. Di sana terdapat pantai buatan, hotel mewah, restoran, serta berbagai tempat hiburan keluarga. Salah satu tujuan utama saya adalah Universal Studios Singapore yang memiliki banyak wahana menarik. Saya mencoba beberapa permainan bertema film seperti Transformers dan Jurassic Park. Pengalaman bermain di sana sangat seru dan menyenangkan.
Selain Universal Studios, saya juga mengunjungi S.E.A Aquarium di Sentosa. Aquarium tersebut memiliki koleksi biota laut yang sangat lengkap dari berbagai belahan dunia. Saya melihat hiu, ikan pari, ubur-ubur, serta berbagai ikan tropis yang indah. Terowongan kaca membuat pengunjung bisa melihat ikan berenang di atas kepala. Pengalaman itu terasa seperti berada di bawah laut.
Saya juga berjalan-jalan di Orchard Road yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Banyak mall besar, butik terkenal, serta restoran modern di sepanjang jalan tersebut. Suasana sangat ramai terutama saat akhir pekan atau musim liburan. Saya tidak hanya berbelanja tetapi juga menikmati suasana kota yang dinamis. Lampu-lampu malam membuat kawasan ini semakin menarik.
Kawasan Chinatown juga menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Di sana terdapat toko suvenir, restoran khas Tionghoa, serta kuil-kuil tradisional. Arsitektur bangunannya memiliki ciri khas budaya Tionghoa yang kuat. Saya membeli beberapa oleh-oleh khas dari daerah tersebut. Selain itu saya mencoba makanan khas yang dijual di hawker centre.
Saya juga mengunjungi Little India yang penuh warna dan budaya India. Banyak toko menjual kain sari, perhiasan, rempah-rempah, serta makanan khas India. Aroma rempah sangat terasa ketika berjalan di kawasan tersebut. Saya melihat kuil Hindu yang indah dengan ornamen warna-warni. Suasana di sana terasa berbeda dari kawasan lain di Singapura.
Kampong Glam juga menjadi tujuan wisata budaya yang menarik. Di sana terdapat Masjid Sultan yang megah dan menjadi pusat komunitas Muslim. Banyak kafe, toko seni, serta mural menarik di sekitar kawasan tersebut. Saya melihat perpaduan budaya Melayu dan Arab yang unik. Tempat itu sangat cocok untuk wisata budaya dan fotografi.
Selain wisata modern, Singapura juga memiliki banyak taman kota yang indah. Salah satunya adalah Singapore Botanic Gardens yang termasuk situs warisan dunia UNESCO. Taman ini memiliki koleksi tanaman tropis yang sangat beragam. Banyak warga lokal berolahraga atau bersantai di sana. Saya merasa suasana alamnya sangat menenangkan.
Budaya masyarakat Singapura sangat beragam karena terdiri dari berbagai etnis. Mayoritas penduduknya berasal dari etnis Tionghoa, Melayu, India, serta komunitas internasional lainnya. Keragaman ini terlihat dari bahasa, makanan, festival, dan tempat ibadah. Mereka hidup berdampingan dengan toleransi tinggi. Hal tersebut membuat Singapura menjadi negara multikultural yang harmonis.
Bahasa resmi Singapura ada empat yaitu Inggris, Melayu, Mandarin, dan Tamil. Bahasa Inggris paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memudahkan wisatawan asing berkomunikasi. Saya tidak mengalami kesulitan bertanya arah atau memesan makanan. Penggunaan bahasa Inggris juga mendukung sektor pariwisata.
Festival budaya sering diadakan sepanjang tahun di Singapura. Tahun Baru Imlek dirayakan meriah di Chinatown dengan lampion dan pertunjukan barongsai. Deepavali dirayakan oleh komunitas India dengan dekorasi lampu warna-warni. Hari Raya Idul Fitri dirayakan masyarakat Melayu dengan suasana kekeluargaan. Festival-festival tersebut menarik wisatawan dari berbagai negara.
Kedisiplinan masyarakat Singapura sangat terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kebersihan, dan menghargai waktu. Denda cukup tinggi bagi pelanggar aturan sehingga masyarakat terbiasa tertib. Saya melihat hampir tidak ada sampah di jalan. Hal ini membuat lingkungan terasa nyaman.
Kuliner Singapura menjadi pengalaman yang sangat menarik bagi saya. Negara ini dikenal sebagai surga kuliner karena perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, India, dan Barat. Banyak makanan dijual di hawker centre dengan harga terjangkau. Tempat makan tersebut bersih dan nyaman. Saya mencoba berbagai hidangan khas selama berada di sana.
Nasi ayam Hainan menjadi makanan pertama yang saya coba. Nasi dimasak dengan kaldu ayam sehingga rasanya gurih. Ayamnya lembut dan disajikan dengan saus cabai serta kecap asin. Biasanya disertai sup hangat sebagai pelengkap. Makanan ini sederhana tetapi sangat lezat.
Laksa Singapura juga sangat terkenal. Mie disajikan dengan kuah santan pedas gurih. Biasanya berisi udang, fish cake, tahu, dan telur. Aromanya harum dan rasanya kuat. Saya sangat menyukai hidangan ini.
Chili crab merupakan makanan laut khas Singapura. Kepiting dimasak dengan saus cabai manis pedas. Biasanya dimakan bersama roti mantou. Rasanya kaya rempah dan sangat nikmat. Namun memakannya cukup menantang karena harus membuka cangkang kepiting.
Char kway teow adalah mie goreng khas Singapura. Mie digoreng dengan kecap manis, udang, telur, kerang, dan tauge. Aroma asap dari api besar membuat rasanya khas. Hidangan ini cukup populer di hawker centre. Saya sangat menikmatinya.
Saya juga mencoba Hokkien prawn mee yang terkenal. Mie kuning dan bihun dimasak dengan kaldu udang. Biasanya disajikan dengan sambal dan jeruk nipis. Rasanya gurih seafood. Hidangan ini berbeda dari mie goreng biasa.
Kaya toast menjadi camilan favorit saat sarapan. Roti panggang diisi selai kelapa manis dan mentega. Biasanya disajikan dengan telur setengah matang. Minumannya teh tarik atau kopi tarik. Rasanya manis dan lembut.
Saya juga mencoba dessert khas seperti ice kacang. Hidangan ini berupa es serut dengan kacang merah, cincau, jagung, dan sirup manis. Sangat segar diminum saat cuaca panas. Cendol Singapura juga memiliki rasa yang mirip. Keduanya menjadi favorit wisatawan.
Minuman teh tarik cukup populer di Singapura. Teh dituangkan bolak-balik hingga berbusa. Rasanya creamy dan manis. Kopi tarik juga dibuat dengan cara serupa. Minuman ini sering dijumpai di kedai kopi tradisional.
Selain makanan berat, banyak snack khas yang bisa dibeli. Contohnya bak kwa yaitu daging panggang manis. Ada juga biskuit khas Singapura dengan berbagai rasa. Cokelat dan permen khas juga populer. Semua cocok dijadikan oleh-oleh.
Saya membeli beberapa oleh-oleh khas Singapura sebelum pulang. Merchandise Merlion menjadi pilihan utama karena menjadi simbol negara tersebut. Saya juga membeli cokelat, parfum, serta biskuit khas. Banyak oleh-oleh tersedia di Orchard Road dan bandara Changi. Harganya bervariasi sesuai kualitas.
Souvenir lain yang menarik adalah gantungan kunci, magnet kulkas, dan miniatur ikon Singapura. Desainnya unik dan mudah dibawa. Banyak wisatawan membeli sebagai kenang-kenangan. Saya juga membeli beberapa untuk teman. Mereka sangat senang menerimanya.
Pengalaman belanja di Singapura cukup menyenangkan. Mall modern menyediakan berbagai merek internasional. Pelayanan ramah dan fasilitas lengkap. Diskon sering diberikan saat musim sale. Hal ini menarik wisatawan berbelanja.
Selama perjalanan, saya merasa aman karena tingkat keamanan tinggi. Polisi mudah ditemui di tempat umum. Kamera pengawas banyak dipasang. Hal ini membuat wisatawan merasa nyaman. Saya tidak khawatir berjalan malam hari.
Kebersihan Singapura sangat terkenal di dunia. Pemerintah sangat tegas soal sampah. Banyak tempat sampah tersedia di berbagai lokasi. Masyarakat juga sadar menjaga kebersihan. Lingkungan menjadi nyaman.
Saya juga melihat banyak ruang hijau di kota. Taman-taman kota ditata rapi. Pohon ditanam di sepanjang jalan. Udara terasa lebih segar. Kota terlihat indah.
Pengalaman berkunjung ke Singapura memberi banyak pelajaran. Saya belajar pentingnya disiplin dan kebersihan. Saya juga memahami keragaman budaya. Selain itu saya mendapat pengalaman wisata dan kuliner. Semua menjadi kenangan berharga.
Perjalanan ini membuat saya ingin kembali lagi suatu hari nanti. Masih banyak tempat yang belum saya kunjungi. Saya juga ingin mencoba kuliner lain. Singapura selalu menarik untuk dijelajahi. Negara kecil ini memiliki daya tarik besar.
Secara keseluruhan, kunjungan ke Singapura sangat berkesan bagi saya. Negara tersebut menunjukkan kemajuan modern tanpa meninggalkan budaya. Sistem transportasi, wisata, dan kulinernya sangat mendukung pariwisata. Saya merasa banyak belajar dari perjalanan ini. Semoga suatu saat saya bisa kembali menikmati suasana Singapura. Muddy*
Baca Juga
https://www.potretkita.net/2026/02/surya-bunawan-bungaku-mekar-di-makasar.html

.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar