Porprov XVI dan Ambisi Kolektif: Sawahlunto Tegaskan Dukungan Penuh untuk Porprov XVI Sumbar 2026 - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 15 Januari 2026

Porprov XVI dan Ambisi Kolektif: Sawahlunto Tegaskan Dukungan Penuh untuk Porprov XVI Sumbar 2026




SAWAHLUNTO — Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto menegaskan komitmen dan dukungannya terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli 2026 mendatang. 


Dukungan ini disampaikan dalam kunjungan silaturahmi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus, bersama pengurus ke Sawahlunto pada 7 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung santai namun substantif itu menjadi ruang diskusi untuk memperkuat persiapan dan semangat bersama menghadapi agenda olahraga terbesar di provinsi tersebut. 


Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.I.P., menegaskan bahwa Porprov bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk membangun prestasi atlet, memperkuat karakter generasi muda, serta meningkatkan citra daerah melalui olahraga.


Meskipun mengakui keterbatasan fiskal daerah, Riyanda optimistis tantangan tersebut dapat diatasi melalui sinergi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, KONI, dunia usaha, dan masyarakat agar Sawahlunto dapat berkontribusi maksimal dalam Porprov mendatang. 


Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi kebijakan dalam pembangunan olahraga daerah yang berkelanjutan, sementara Ketua KONI Kota Sawahlunto, H. Jhon Reflita, S.H., mengatakan pertemuan tersebut semakin menguatkan visi bersama untuk menyukseskan Porprov. 


Menurut Hamdanus, semangat kolaboratif yang ditunjukkan Sawahlunto sejalan dengan semangat besar penyelenggaraan Porprov XVI dan menjadi modal penting untuk kebangkitan olahraga Sumatera Barat secara menyeluruh


Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) merupakan momentum bukan sekadar kompetisi atletik semata, tetapi cermin ambisi kolektif suatu provinsi untuk membangun identitas prestasi, konsistensi pembangunan olahraga, dan kapasitas sosial-ekonomi yang lebih inklusif. Dukungan Pemerintah Kota Sawahlunto terhadap Porprov Sumatera Barat XVI tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung Juni–Juli mendatang, mencerminkan lebih dari sekadar formalitas administratif; ia memperlihatkan sebuah keputusan strategis yang penuh dengan implikasi luas bagi pembangunan olahraga dan masyarakat lokal.


Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dengan tegas menyatakan bahwa dukungan terhadap Porprov bukan hanya soal mengirimkan kontingen, tetapi sebagai momentum strategis untuk membangun karakter generasi muda dan memperkuat citra daerah. Pernyataan ini penting karena menunjukkan bahwa pemahaman terhadap olahraga berkorelasi langsung dengan persepsi pembangunan manusia—bukan sekadar menang dan kalah. Harapan yang tersemat adalah bahwa atlet-atlet yang berlaga akan menjadi icon role model bagi semangat kerja keras, disiplin, dan rasa bangga terhadap daerah asalnya. 


Namun, yang paling menarik dan patut dicermati adalah keterbatasan fiskal yang diakui secara terbuka oleh pemerintah daerah. Riyanda tidak menutup mata bahwa kondisi keuangan daerah tidak ideal, bahkan bisa menjadi kendala serius dalam memfasilitasi proses pembinaan atlet dan penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala besar. Alih-alih menutup diri, pemerintah kota justru memilih pendekatan kolaboratif dan realistis, dengan mengajak stakeholders lintas sektor untuk bekerja bersama. Sinergi semacam ini seharusnya menjadi model dasar bagi kebijakan olahraga di daerah lain, jauh dari praksis paternalistik atau sekadar meneruskan anggaran besar tanpa perencanaan matang.


Pendekatan Sawahlunto juga mengilustrasikan bahwa pembinaan olahraga tidak bisa dibangun secara instan. Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto menggarisbawahi bahwa olahraga membutuhkan perencanaan jangka panjang dan keberpihakan kebijakan. Ini adalah kritik implisit terhadap pola pembangunan sesaat yang sering kali hanya fokus pada hasil event tertentu tanpa memikirkan keberlanjutan pembinaan atlet, penguatan infrastruktur, serta dukungan sosial terhadap komunitas olahraga di akar rumput.


Lebih jauh lagi, semangat yang digelorakan Sawahlunto untuk menyikapi Porprov XVI harus dilihat sebagai pelajaran struktural bagi daerah lain. Banyak daerah di Sumatera Barat—termasuk tuan rumah dan calon tuan rumah pertandingan cabor seperti Solok atau Kepulauan Mentawai—telah menyatakan kesiapan mereka dalam berbagai aspek penyelenggaraan olahraga. Dukungan ini menunjukkan tren baru dalam olah strategi pembangunan olahraga yang saling terhubung antardaerah: dari persiapan infrastruktur hingga pemberdayaan sumber daya manusia, serta pengembangan sport tourism sebagai bagian dari ekonomi lokal. 


Intinya, Sawahlunto menegaskan bahwa dukungan terhadap Porprov bukan hanya tentang prestasi sesaat, tetapi lebih sebagai strategi mengarahkan olahraga sebagai alat pembentuk masyarakat yang lebih sehat, kompetitif, dan berdaya saing tinggi. Ini berarti pemerintah daerah harus berpikir lebih luas: dengan keterbatasan, bagaimana membangun sistem pembinaan yang konsisten; dengan peluang, bagaimana menjadikan olahraga sebagai marketable product untuk pariwisata dan sosialisasi daerah; dan dengan sumber daya yang tersedia, bagaimana menciptakan legacy yang berdampak bagi generasi yang akan datang.


Porprov XVI Sumbar 2026 bisa menjadi tonggak penting bukan hanya bagi atlet, tetapi juga bagi pembelajaran kebijakan olahraga yang holistik dan inklusif. Sawahlunto tampaknya telah membuka ruang refleksi penting: bahwa ketika dukungan terhadap olahraga lahir dari strategi yang matang, bukan sekadar kegembiraan sesaat, maka efeknya akan terasa jauh lebih lama dan signifikan—menjadi modal sosial yang kuat bagi pembangunan daerah secara keseluruhan. FS*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here