Menegakkan Kedisiplinan Humanisme Satlantas di Tanah Datar - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 09 Januari 2026

Menegakkan Kedisiplinan Humanisme Satlantas di Tanah Datar


TANAH DATAR  — Pendekatan humanis yang diadopsi Satlantas Polres Tanah Datar dalam aktivitas peneguran berlalu lintas bukan sekadar fenomena administratif semata. Ini mencerminkan perubahan paradigma fundamental dalam fungsi kepolisian di ruang publik.


Dalam kegiatan yang berlangsung di depan kantor Satlantas pada 6 Januari 2026 lalu, petugas memilih strategi persuasif untuk menegur pengendara yang tidak memakai helm—terutama ketika membawa anak—tanpa disertai tindakan tilang langsung. Respons masyarakat yang positif terhadap pendekatan ini menunjukkan adanya resonansi kuat antara metode humanis dengan kebutuhan psikologis warga terhadap interaksi aparat negara yang lebih manusiawi dan edukatif.


Di balik respons positif tersebut tersimpan dua dimensi kritik yang layak diurai. Pertama, efektivitas pendekatan humanis—sejauh mana teguran ramah mampu menimbulkan perubahan perilaku jangka panjang di masyarakat. Pendidikan terhadap keselamatan berkendara tentu perlu ditanamkan secara terus-menerus, tetapi aksi sekali pakai berpotensi menjadi simbolis jika tidak diikuti oleh program berkelanjutan yang lebih terstruktur dan berbasis data.


Di beberapa daerah lain, pendekatan serupa seperti “Polantas Menyapa” bahkan dikaitkan dengan penurunan angka kecelakaan secara nasional—sebuah indikator bahwa komunikasi yang baik memang bisa memperkuat kepatuhan publik terhadap aturan lalu lintas. Korlantas Polri


Kedua, tantangan persepsi publik terhadap aparat penegak hukum tetap merupakan pekerjaan rumah besar. Meskipun peneguran yang humanis mampu menciptakan momen interaksi positif, pengalaman masyarakat terhadap polisi di berbagai wilayah sering kali masih dibayangi oleh ketidakpercayaan akibat praktik represif atau birokratis yang dirasakan kurang responsif. Persepsi seperti ini tidak serta-merta hilang karena satu kegiatan simpatik; ia membutuhkan konsistensi, transparansi, dan struktur evaluasi yang menjamin bahwa pendekatan humanis bukan sekadar pencitraan semata.


Kritik terhadap budaya layanan yang formalistik dan beban kerja polisi yang berlebihan menunjukkan bahwa reformasi internasional memang perlu jauh lebih dalam daripada sekedar senyum di jalan.


Kegiatan Satlantas Polres Tanah Datar mencerminkan arah positif dalam hubungan negara-warga: polisi sebagai edukator, bukan hanya eksekutor hukum. Namun, efektivitas strategi ini bergantung pada kesinambungan program, integrasi dengan edukasi keselamatan yang konsisten, serta akuntabilitas lembaga untuk memastikan pendekatan humanis benar-benar mengakar di masyarakat—bukan berhenti pada respons positif sesaat.


Dengan begitu, sistem keselamatan lalu lintas tidak hanya berbicara soal aturan dan sanksi, tetapi juga tentang hubungan sosial yang sehat dan penuh tanggung jawab antara aparat dan masyarakat.

Peneguran Humanis Satlantas Polres Tanah Datar Dapat Respons Positif dari Masyarakat


Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Datar melakukan kegiatan peneguran humanis kepada pengendara kendaraan bermotor, terutama kepada orang tua yang membawa anak tanpa helm, di depan Kantor Satlantas Polres Tanah Datar, Selasa (6/1).


Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan pendekatan persuasif dan edukatif, tanpa disertai tindakan tilang. Petugas memberi imbauan langsung kepada pengguna jalan agar selalu memakai helm berstandar SNI, baik untuk pengendara maupun penumpang — terutama anak-anak — guna mengurangi risiko fatal saat terjadi kecelakaan.


Kasat Lantas Polres Tanah Datar, IPTU Andri Perkasa, S.H., menjelaskan bahwa masih banyak pengendara yang belum sepenuhnya memahami pentingnya keselamatan, termasuk penggunaan helm yang benar bagi anak-anak. Karena itu, peneguran dilakukan secara humanis agar pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat.


Para pengendara yang mendapatkan himbauan ini menyambut baik pendekatan yang dilakukan petugas. Sejumlah warga mengaku merasakan manfaat dari teguran persuasif tersebut, yang mengingatkan mereka akan pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.


Melalui kegiatan ini, Polres Tanah Datar berharap kesadaran masyarakat terhadap aturan keselamatan lalu lintas semakin meningkat serta turut mendukung upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Tanah Datar. GWS*


Baca Juga

https://www.potretkita.net/2026/01/bakamla-ri-fasilitasi-pemulangan-enam.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here