Kronologi Penemuan Pesawat ATR Indonesia Air Transport di Sulsel - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 20 Januari 2026

Kronologi Penemuan Pesawat ATR Indonesia Air Transport di Sulsel




MAKASAR Pesawat ATR 42‑500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar akhirnya ditemukan di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan. Temuan ini terjadi pada Minggu pagi (18/1/2026) setelah operasi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan. 


Detik‑detik Sebelum Hilang Kontak


Pesawat yang membawa 8 kru dan 3 penumpang itu hilang kontak pada Sabtu siang (17/1/2026) saat sedang mendekati Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar setelah lepas landas dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. 


Data dari pengendali lalu lintas udara menunjukkan pesawat tidak berada pada jalur pendekatan normal, sehingga sempat diarahkan ulang oleh Air Traffic Control (ATC). 


Belakangan, pendaki di sekitar Gunung Bulusaraung mendengar suara ledakan kuat dan gemetaran, yang diduga berasal dari pesawat yang menghantam tebing gunung. 


Operasi Pencarian dan Penemuan Serpihan


Pencarian dipimpin oleh Basarnas Makassar, TNI, Polri, dan tim SAR lainnya sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. 


Sekitar pukul 07.46 WITA, tim menemukan serpihan kecil seperti bagian jendela pesawat di daerah pegunungan yang sangat terjal di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. 


Tim SAR kemudian menemukan bagian badan pesawat yang lebih besar, termasuk ekor dan fuselage, di lereng utara puncak Gunung Bulusaraung — area dengan kontur curam dan sulit dijangkau. 


Kondisi Lokasi dan Tantangan Pencarian


Medan di Pegunungan Bulusaraung sangat ekstrem dengan vegetasi lebat dan tebing curam, sehingga operasi pencarian korban dan bagian pesawat berlangsung dalam kondisi yang berat. Cuaca berkabut juga memperlambat pergerakan tim di lapangan. 


Respons Tim SAR dan Fokus Selanjutnya


Pascapenemuan puing, fokus tim SAR kini adalah mencari dan mengevakuasi seluruh korban yang berada di dalam pesawat. Hingga saat ini belum ada konfirmasi tentang korban yang selamat. 


Penyelidikan Dugaan Penyebab


Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah turun tangan menyelidiki insiden ini, namun belum menarik kesimpulan resmi tentang penyebab pasti kecelakaan, termasuk apakah pesawat menabrak gunung atau mengalami gangguan teknis. IND Time News*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here