Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 3 Januari 2026: Termahal Sentuh Rp 2,3 Juta/gram - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 03 Januari 2026

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 3 Januari 2026: Termahal Sentuh Rp 2,3 Juta/gram



JAKARTA — Harga emas perhiasan pada perdagangan Senin - Sabtu ini, 29 Desember 2025 hinggga 3 Januari 2026 menunjukkan pergerakan yang menarik di pasar domestik. Mayoritas harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun tipis dibanding pekan sebelumnya, sedangkan harga emas perhiasan di sejumlah platform masih berada pada level tinggi meski fluktuatif. Liputan6


Pergerakan Harga Emas Antam


Harga emas Antam 24 karat turun sekitar Rp 9.000 menjadi Rp 2.596.000 per gram pada hari ini dari posisi sebelumnya di Rp 2.605.000 per gram.


Harga buyback (jika emas dijual kembali) juga turun menjadi Rp 2.455.000 per gram. Liputan6


Penurunan harga emas Antam ini tercatat terjadi tipis namun mencerminkan pergerakan pasar logam mulia di akhir tahun. Antara News


Harga Emas Perhiasan di Pasar Retail


Di sejumlah penjual emas perhiasan seperti Raja Emas dan Laku Emas Indonesia, harga perhiasan emas beragam sesuai kadar kemurnian (karat):


24K (99 %) sekitar Rp 2.154.000/gram


23K sekitar Rp 1.928.000/gram


22K sekitar Rp 1.843.000/gram


Harga turun bertahap untuk kadar lebih rendah.


Dengan data tersebut, harga termahal untuk perhiasan emas di pasar mencapai sekitar Rp 2,3 juta per gram untuk kemurnian tertinggi pada 29 Desember 2025 hinggga 3 Januari 2026.


Faktor Pergerakan Harga


Pergerakan harga emas domestik dipengaruhi kondisi pasar global serta permintaan fisik. Di pasar internasional, pergeseran harga emas dipengaruhi oleh tren ekonomi global termasuk nilai tukar dan dinamika investasi di akhir tahun. Di sisi domestik, harga perhiasan juga dipengaruhi oleh selisih harga di berbagai retailer dan variasi kualitas perhiasan.


“Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 Desember 2025 hinggga 3 Januari 2026: Termahal Sentuh Rp 2,3 Juta”


Emas Indonesia di Penghujung 2025 hinggga 3 Januari 2026: Antara Spekulasi, Kenyataan, dan Makna Lebih Dalam


Harga emas sering dianggap barometer eksistensial ekonomi — bukan hanya soal angka, tetapi refleksi psikologi pasar dan kepercayaan publik terhadap sistem moneter. Artikel tentang harga emas perhiasan di 29 Desember 2025 menunjukkan bahwa harga emas perhiasan tertinggi mencapai sekitar Rp 2,3 juta per gram untuk 24 karat di beberapa platform seperti Laku Emas dan Raja Emas Indonesia. Sementara itu, harga emas batangan Antam mengalami koreksi tipis namun tetap di level tinggi, sekitar Rp 2,596 juta per gram.


1. Bukan Sekadar Harga: Emas sebagai Cerminan Ketidakpastian Global


Pergerakan harga emas tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang lebih luas. Sepanjang 2025, emas mengalami reli signifikan di pasar dunia — bahkan mencetak rekor — sebelum kemudian terkoreksi secara teknikal akibat perubahan struktur pasar kontrak berjangka dan aksi profit taking. 


Dalam konteks ketidakpastian, investor sering mencari safe haven, yaitu aset yang relatif stabil ketika ekonomi global atau pasar modal mengalami volatilitas. Reli emas tahun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap aset tradisional seperti emas tetap kuat, bahkan ketika instrumen finansial modern berkembang pesat. Harga tinggi emas perhiasan mencerminkan preferensi publik untuk memegang aset nyata dibanding sekadar angka di bursa saham.


2. Emas Perhiasan vs. Emas Batangan: Dua Dunia Nilai


Harga emas perhiasan biasanya lebih rendah daripada emas batangan. Perhiasan mengandung biaya desain, produksi, dan margin penjual — faktor yang membuat harga jualnya sering premium dibanding harga logam murni. Namun, harga emas perhiasan yang mendekati harga emas batangan menunjukkan bahwa permintaan fisik masih bertahan tinggi di pasar domestik Indonesia. 


Perbedaan ini juga mencerminkan fungsi emas yang dual: sebagai investasi dan simbol sosial. Ketika perhiasan emas mendekati harga batangan, ini bisa berarti masyarakat mulai memandang perhiasan bukan sekadar ornamen, tetapi juga alat lindung nilai (hedge) terhadap inflasi dan gejolak ekonomi.


3. Psikologi Konsumen: Antara FOMO dan Ketahanan Investasi


Harga emas yang tinggi sering memicu fenomena FOMO (fear of missing out). Ketika masyarakat menyaksikan harga emas melonjak, ada dorongan untuk membeli sebelum harga naik lebih jauh. Namun, literatur investasi klasik memperingatkan kesalahan membeli pada puncak harga, apalagi ketika sudah terlihat koreksi teknikal.


Di sisi lain, data dari konten berita lain menunjukkan bahwa jika seseorang membeli emas batangan satu tahun lalu dan menjualnya dengan harga buyback sekarang, profit bisa mencapai puluhan persen. Ini menggarisbawahi emas sebagai instrumen jangka panjang yang efektif untuk melindungi modal investor dari inflasi dan depresiasi mata uang. Pusat Data Kontan


4. Implikasi Ekonomi Mikro dan Makro


Dengan emas mendekati rekor harga tinggi, ada implikasi luas:


Konsumen ritel: Harga tinggi bisa menekan kemampuan beli masyarakat, terutama pembeli perhiasan untuk keperluan estetika atau tradisi.


Investor: Emas tetap menarik sebagai diversifikasi portofolio, namun perlu kehati-hatian terhadap timing beli dan sell.


Pasar lokal: Pedagang emas perlu menavigasi antara permintaan tinggi dan risiko stok berharga tinggi, serta biaya modal.


5. Kesimpulan: Antara Nilai Ekonomis dan Simbolis


Akhir tahun 2025 menunjukkan bagaimana komoditas kuno seperti emas tetap relevan di era digital dan pasar keuangan yang kompleks. Harga emas perhiasan yang tinggi — meskipun tidak ekstrem di level harga batangan — mencerminkan sentimen pasar yang berhati-hati namun optimistis, dan kepercayaan publik akan emas sebagai benteng nilai. Dalam ekonomi yang sering bergejolak, emas tetap tidak hanya berharga secara finansial, tetapi juga bernilai sebagai simbol keamanan dan kontinuitas. (BS)*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here