Ketika Jasad Fir’aun Membimbing Seorang Ilmuwan Menuju Syahadat - PotretKita Online

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 05 Januari 2026

Ketika Jasad Fir’aun Membimbing Seorang Ilmuwan Menuju Syahadat


 PADANG –Di sebuah laboratorium modern di Mesir—dipenuhi cahaya putih dan dengung mesin canggih—seorang ilmuwan berdiri terpaku.

Di hadapannya terbaring sebuah tubuh yang telah menantang waktu.
Bukan raja biasa.
Bukan manusia biasa.
Ia adalah Fir’aun—penguasa yang ribuan tahun silam dengan angkuh berkata:
“Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”
Ilmuwan itu bukan seorang Muslim.
Sepanjang hidupnya, ia percaya pada satu hal:
👉 Sains adalah kebenaran tertinggi.
👉 Agama hanyalah keyakinan subjektif manusia.
Namun hari itu…
di hadapan jasad yang telah berusia lebih dari tiga ribu tahun, keyakinannya mulai retak perlahan.
Penelitian yang Mengguncang Akal
Dengan teknologi mutakhir—CT scan, analisis jaringan, dan mikroskop forensik—ia meneliti tubuh Fir’aun bersama timnya.
Hasilnya membuat ruang laboratorium sunyi.
🔍 Struktur tulang dada menunjukkan tekanan air yang luar biasa
🔍 Paru-paru memperlihatkan tanda-tanda tenggelam
🔍 Tidak ada pembusukan ekstrem, sebagaimana jasad lain seusianya
🔍 Tubuhnya terawetkan secara tidak lazim, seolah “dipisahkan” dari kehancuran total
Ia terdiam lama, lalu berbisik lirih:
“Secara ilmiah…
jasad ini seharusnya sudah hancur.”
Namun ia masih menahan diri.
Hingga suatu hari, seorang rekan—seorang Muslim—mendekat dan berkata dengan tenang:
“Bacalah ini…
anggap saja sebagai referensi sejarah.”
Ia menerima sebuah kitab.
Al-Qur’an.
Ayat yang Membuat Tangannya Gemetar
Ia membaca perlahan.
Lalu wajahnya berubah.
Tangannya mulai bergetar.
Allah berfirman:
فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (jasadmu)
agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang setelahmu.”
(QS. Yunus: 92)
Ia membeku.
Ayat itu tidak mengatakan ruh Fir’aun diselamatkan.
Bukan pula namanya.
Bukan kekuasaannya.
Tetapi…
BADANNYA. JASADNYA.
Al-Qur’an menyebutkannya secara spesifik,
1.400 tahun sebelum jasad itu ditemukan, diawetkan, dan diteliti secara ilmiah.
Ia sadar:
ini bukan kebetulan.
Konflik Batin Seorang Ilmuwan
Malam itu ia tak bisa tidur.
Di satu sisi terbuka catatan penelitian ilmiah.
Di sisi lain, Al-Qur’an terjemahan.
Ia membaca kisah Fir’aun:
• Mengaku sebagai tuhan
• Menindas Bani Israil
• Tenggelam dalam kesombongan
• Dan mati dalam kehinaan
Fir’aun sempat berkata saat tenggelam:
“Aku beriman bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang diimani Bani Israil.”
(QS. Yunus: 90)
Namun imannya terlambat.
Ilmuwan itu berbisik pada dirinya sendiri:
“Fir’aun beriman saat ajal…
tapi aku masih hidup.”
Air mata menetes tanpa ia sadari.
Syahadat di Ruang Sunyi
Beberapa hari kemudian,
di sebuah ruangan kecil yang hening,
ia meminta seorang Muslim membimbingnya.
Dengan suara bergetar, ia mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ
Ia bersyahadat.
Bukan karena legenda.
Bukan karena dongeng.
Melainkan karena fakta yang tak bisa dibantah oleh sains.
Dengan mata basah ia berkata:
“Fir’aun diawetkan…
untukku.
Agar aku tidak mengulang kesalahannya.”
Pelajaran Besar dari Jasad yang Membisu
Hari ini, jasad Fir’aun terbaring di museum.
Ia diam.
Namun pesannya lebih lantang daripada ribuan kata.
Ia membuktikan bahwa:
• Kekuasaan tidak menyelamatkan
• Ilmu tanpa iman tidak cukup
• Dan kebenaran Allah pasti akan muncul,
meski ribuan tahun berlalu
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seseorang mati kecuali ia dibangkitkan sesuai dengan keadaan hidupnya.”
(HR. Muslim)
Fir’aun hidup dalam kesombongan.
Dan dibangkitkan sebagai peringatan bagi seluruh manusia.
Renungan
Fir’aun yang mengaku tuhan…
justru menjadi bukti adanya Tuhan.
Jasadnya tidak dihancurkan,
agar hati manusia tidak ikut membatu.
Seorang ilmuwan…
akhirnya menemukan kebenaran
bukan di bawah mikroskop,
melainkan pada ayat Allah. (Ummu Rifaie dan Mustafa Ziyadhasna)*

Baca Juga

https://www.potretkita.net/2026/01/basarnas-evakuasi-17-warga-terjebak.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here